Hal ini juga menjadi topik yang dibahas oleh para ahli, ilmuwan , dan manajer pada konferensi ilmiah "Asuransi dan Pembangunan Berkelanjutan di Vietnam Saat Ini" yang diadakan di Universitas Terbuka Hanoi.
Asuransi harus dipandang sebagai lembaga jaminan sosial yang berkelanjutan.
Menurut Dr. Nguyen Van Quang, Kepala Departemen Keuangan dan Perbankan di Universitas Terbuka Hanoi, pembangunan berkelanjutan saat ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi tetapi juga mencakup persyaratan untuk memastikan kesejahteraan sosial, melindungi lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan kapasitas tata kelola nasional.

Dalam konteks risiko yang semakin beragam dan tidak dapat diprediksi seperti bencana alam, perubahan iklim, epidemi, penuaan penduduk, gangguan rantai pasokan, dan risiko teknologi, asuransi perlu dipandang sebagai lembaga sosial-ekonomi penting untuk berbagi risiko, melindungi masyarakat, dan menstabilkan produksi dan bisnis.
Menurut Dr. Nguyen Van Quang, asuransi memainkan peran penting dalam banyak aspek. Secara ekonomi, asuransi membantu individu dan bisnis meminimalkan kerugian finansial dan meningkatkan kemampuan mereka untuk pulih dari risiko. Secara sosial, asuransi berkontribusi pada pembentukan jaringan jaminan sosial berlapis melalui asuransi sosial, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran, dan asuransi komersial.
Khususnya dalam konteks Vietnam yang sangat terdampak oleh perubahan iklim, jenis-jenis asuransi seperti asuransi pertanian, asuransi bencana alam, dan asuransi lingkungan akan menjadi alat penting untuk mendukung masyarakat dan bisnis dalam menanggapi risiko.
"Pengembangan asuransi berkelanjutan harus dikaitkan dengan tujuan inklusif, yang menargetkan petani, pekerja informal, masyarakat berpenghasilan rendah, usaha kecil, dan kelompok rentan," tegas Dr. Nguyen Van Quang.
Untuk mencapai tujuan ini, para ahli menyarankan agar terus dilakukan perbaikan kerangka hukum, peningkatan kualitas layanan, pengembangan produk asuransi yang sesuai untuk setiap kelompok sasaran, dan promosi pendidikan keuangan agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat tentang asuransi.
Transformasi digital dan AI membuka peluang baru.
Bapak Ngo Quy Hiep, Wakil Direktur Jenderal Perusahaan Asuransi Saigon - Hanoi (BSH), meyakini bahwa AI secara dramatis mengubah banyak bidang seperti keuangan, perawatan kesehatan, pendidikan, teknologi informasi, dan pertanian, dan industri asuransi tidak terkecuali dari tren ini.
Menurut Bapak Hiep, AI memiliki kemampuan untuk menganalisis data dengan cepat, memberikan konsultasi 24/7, serta membaca dan memproses kontrak dalam waktu singkat, sehingga mendukung bisnis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mempersonalisasi pengalaman pelanggan. Namun, AI tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia di industri asuransi.

"Pelanggan dapat membeli kontrak dari AI, tetapi kepercayaan tetap dibangun oleh manusia," ujar Bapak Ngo Quy Hiep. Menurutnya, masa depan industri asuransi akan menjadi kombinasi antara AI dan manusia. Penasihat asuransi di era baru ini tidak hanya perlu memahami pelanggan, tetapi juga memahami data, teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan menjunjung tinggi etika profesional.
Menuju ekosistem keuangan yang berkelanjutan
Dr. Bui Thanh Son, Wakil Rektor Universitas Terbuka Hanoi, menegaskan bahwa dunia sedang memasuki periode transformasi mendalam dengan banyak tantangan seperti perubahan iklim, penuaan penduduk, bencana alam, epidemi, dan ketidakstabilan keuangan global. Dalam konteks ini, industri asuransi semakin menegaskan perannya sebagai "pilar" bagi stabilitas sosial-ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Dr. Bui Thanh Son, seiring dengan strategi pertumbuhan hijau nasional dan transformasi digital, industri asuransi Vietnam memiliki banyak peluang untuk berinovasi dalam model operasionalnya, meningkatkan kualitas layanan, dan mengembangkan produk asuransi modern. Tren seperti asuransi digital, InsurTech, big data, otomatisasi proses, dan personalisasi produk secara bertahap mengubah wajah industri asuransi modern.
"Dalam tren pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular, asuransi tidak hanya menyediakan solusi keuangan untuk melindungi individu dan bisnis dari risiko, tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikan produksi dan kegiatan bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial," tegas Dr. Bui Thanh Son.
Para ahli percaya bahwa, untuk mengembangkan pasar asuransi yang berkelanjutan, Vietnam perlu memperkuat kerja sama antara Negara, perusahaan asuransi, lembaga pelatihan, dan organisasi penelitian; sekaligus mendorong penerapan teknologi, mengembangkan InsurTech, dan membangun kepercayaan publik terhadap pasar asuransi.

Dalam proses pembangunan saat ini, asuransi bukan hanya industri jasa keuangan, tetapi juga kisah tentang manajemen risiko, jaminan sosial, inovasi, dan ketahanan nasional. Oleh karena itu, pembangunan asuransi berkelanjutan berkontribusi pada perlindungan masyarakat, bisnis, dan pembangunan masa depan negara.
Sumber: https://hanoimoi.vn/bao-hiem-truoc-yeu-cau-thich-ung-trong-thoi-dai-ai-976151.html







Komentar (0)