(Dan Tri) - Seorang gadis berusia 4 tahun di pedesaan China menarik 21 juta pengikut daring berkat momen-momen menggemaskan sehari-harinya.
Keluarga Yaoyao tinggal di sebuah desa di Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok. Orang tuanya mulai membagikan video kesehariannya di media sosial pada tahun 2021.
Setahun kemudian, Yaoyao menjadi terkenal setelah sebuah video merekam momen dia menangis di tengah malam dan dihibur oleh ibunya.
Foto-foto keseharian Yaoyao, yang menampilkan pipi tembam dan ekspresi-ekspresi lucunya, telah viral di media sosial Tiongkok. Hingga saat ini, akunnya telah mengunggah 460 video, menarik 580 juta suka, dan 21 juta pengikut.
Orang-orang menyukai Yaoyao karena kepribadiannya yang menggemaskan (Foto Weibo).
Pada awal Februari, sebuah acara kuliner yang diproduksi oleh CCTV membawa Yaoyao menjadi sorotan. Mengenakan jaket pelampung bermotif bunga dan dengan wajah berlumuran debu bekas bermain, ia memperkenalkan dua hidangan khas dari kampung halamannya, Guizhou.
Yaoyao tidak hanya menarik perhatian tamu dalam acaranya tetapi juga banyak penonton yang menonton melalui televisi dan platform sosial.
"Gadis kecil itu bagaikan seniman kawakan, meski usianya baru 4 tahun, ia mampu menciptakan perasaan tenang bagi yang melihatnya," komentar seorang netizen.
Penonton lain mengungkapkan kekagumannya terhadap Yaoyao, dengan mengatakan: "Aku jadi penasaran, apa yang dimakannya sampai-sampai ia begitu bahagia setiap hari."
Banyak pemirsa yang tertarik dengan kepolosan gadis itu dan menggambarkan video tersebut sebagai "penyembuhan."
Beberapa selebritas Tiongkok, seperti aktor Sun Yi dan Zhang Yixing, juga mengungkapkan kekaguman mereka kepada Yaoyao. Mereka telah bertemu langsung dan berfoto bersama.
Ibu Yaoyao tidak mengizinkannya pergi ke taman kanak-kanak karena dia tidak percaya dengan taman kanak-kanak di pedesaan (Foto Weibo).
Namun, sebagian orang merasa khawatir mengapa orang tua Yaoyao tidak menyekolahkannya di taman kanak-kanak seperti kebanyakan teman sebayanya.
"Kalian membiarkannya bermain setiap hari tanpa khawatir. Tapi apa kalian tidak peduli dengan studinya? Apa kalian hanya memperlakukan putri kalian seperti sapi perah?" tanya seseorang.
Dalam siaran langsung, ibu Yaoyao menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menyekolahkan putrinya di taman kanak-kanak bermula dari ketidakpercayaan mereka terhadap taman kanak-kanak di pedesaan.
"Kami berencana membeli rumah di kota dan menyekolahkan Yaoyao di taman kanak-kanak di kota pada paruh kedua tahun 2025. Kami telah menyewa guru privat untuk mengajarinya beberapa pengetahuan dasar," ujarnya.
Meski ada kekhawatiran, banyak netizen Tiongkok tetap terpesona dengan video Yaoyao.
"Dia menyembuhkan kecemasanku. Sungguh malaikat!" komentar seorang penonton.
"Semoga 'putri' kami tumbuh sehat dan bahagia. Semoga citranya tidak tercoreng oleh kemalangan apa pun," tulis yang lain.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/an-sinh/be-gai-me-hoac-21-trieu-nguoi-chua-di-hoc-mau-giao-vi-ly-do-khong-ngo-20250213113016189.htm
Komentar (0)