![]() |
Xavi mengakui kesalahannya karena tidak menjaga standar tinggi di ruang ganti Barcelona. |
Dalam sebuah presentasi di Universitas ESIC, Xavi dengan jujur menyatakan: "Saya memulai karier kepelatihan saya di Barca dengan harapan tinggi baik untuk para pemain maupun klub. Kesalahan saya adalah mempertahankan standar tinggi tersebut hanya selama satu tahun, dari saat saya tiba hingga kami memenangkan La Liga dan Piala Super. Setelah itu, disiplin dan fokus mulai menurun, dan saya tidak cukup berhasil mencegah hal itu."
Xavi mengakui bahwa standar di ruang ganti Barcelona telah menurun, dengan para pemain kehilangan sikap, rasa hormat, dan semangat juang yang seharusnya, sehingga tim tidak memenangkan satu pun gelar di musim terakhirnya. Ia menyebut ini sebagai pelajaran besar, sebuah kritik diri untuk membantunya berkembang.
Xavi mengambil alih posisi pelatih pada akhir tahun 2021 dengan tugas mengembalikan ketertiban pada tim Barcelona yang sedang kesulitan baik secara finansial maupun dalam hal performa. Pengaruhnya langsung terlihat. Barcelona merebut kembali gelar La Liga dan memenangkan Piala Super Spanyol untuk musim kedua berturut-turut.
Namun, tanda-tanda positif itu segera memudar. Musim 2023/24 menyaksikan penurunan performa Barcelona di semua kompetisi, kepercayaan diri merosot, dan konflik muncul terkait taktik dan intensitas. Ketegangan antara staf pelatih dan pemain semakin terlihat jelas, dan pada akhir musim, Xavi dipecat.
Sejak meninggalkan Barcelona, Xavi memilih kesabaran daripada tergesa-gesa, menolak tawaran menggiurkan untuk menunggu proyek yang tepat. Ia tetap menjalin kontak dengan staf teknis, mempelajari taktik modern, dan mempersiapkan diri untuk kembali.
Sumber: https://znews.vn/bi-kich-cua-xavi-o-barcelona-post1602452.html







Komentar (0)