Korps Zeni ke-2 merayakan peringatan Hari Nasional ke-78 di Abyei (Afrika), dengan partisipasi lebih dari 500 pasukan penjaga perdamaian dari berbagai negara.
Pada upacara tanggal 2 September, para tamu diperkenalkan dengan budaya dan masyarakat Vietnam oleh Tim Teknisi ke-2 dan menikmati pertunjukan seni dan bela diri. Khususnya, Tim Teknisi menyiapkan 1.800 lumpia dengan tiga jenis isian: daging sapi, ayam, dan vegetarian untuk mengundang lebih dari 500 tamu.
Di akhir upacara, para tamu diberikan bingkisan berupa topi, kaos bergambar bendera Vietnam, dan topi berbentuk kerucut.
Anggota Korps Zeni ke-2 beraksi untuk merayakan Hari Nasional di Abyei. Foto: Korps Zeni ke-2
Kolonel Nguyen Viet Hung, Komandan pasukan penjaga perdamaian Vietnam di Misi UNISFA, mengungkapkan kegembiraannya atas kedekatan dan keramahan teman-teman internasional saat berpartisipasi dalam perayaan Hari Nasional bersama Vietnam.
Beliau mengatakan bahwa selama 78 tahun sejak Presiden Ho Chi Minh membacakan Deklarasi Kemerdekaan, Partai, Negara, dan rakyat Vietnam terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan , persatuan, dan keutuhan wilayah. Vietnam senantiasa aktif mendukung dan memperjuangkan tanggung jawab atas perdamaian, kesetaraan hubungan, dan kemakmuran di kawasan dan dunia.
Selama lebih dari setahun penempatan di Misi UNISFA, Pasukan Baret Biru Vietnam telah berkoordinasi dengan badan dan unit Misi untuk mengonsolidasikan dan membangun wilayah Abyei yang lebih baik, membantu masyarakat di sini memiliki kondisi kehidupan yang lebih baik dan anak-anak memiliki pendidikan yang lebih maju.
Mengakui bahwa pelaksanaan misi yang akan datang akan menghadapi banyak kesulitan dalam hal iklim, sumber daya manusia, dan material, Kolonel Hung mengatakan bahwa Pasukan Penjaga Perdamaian Vietnam dan Tim Teknik akan berusaha menyelesaikan semua tugas yang diberikan.
Lebih dari 500 tamu yang hadir menikmati beragam hidangan Vietnam yang lezat. Foto: Tim Teknik No. 2
Mayor Jenderal Benjamin Olufemi Sawyerr, Komandan Misi, mengatakan bahwa Vietnam adalah kisah harapan dan perubahan. "Setelah melalui perang bertahun-tahun dan meraih kemerdekaan melalui perjuangan yang gigih, rakyat Vietnam memahami nilai perdamaian," ujarnya, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif Vietnam dalam operasi penjaga perdamaian PBB.
Pada upacara tersebut, beliau juga mengungkapkan kekagumannya atas Vietnam sebagai salah satu negara dengan jumlah tentara perempuan terbanyak yang berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian PBB. Pasukan penting ini merupakan jembatan yang membantu Misi memberikan dukungan yang lebih efektif kepada masyarakat setempat.
Tim Zeni ke-2 berangkat ke Abyei pada 8 Agustus, dengan 184 personel. Abyei adalah wilayah sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan. Kedua negara menandatangani perjanjian pada 20 Juni 2011, yang berjanji untuk menarik pasukan dari zona demiliterisasi di Abyei dan membentuk mekanisme bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, sejauh ini kedua negara belum mencapai kemajuan substansial.
UNISFA didirikan pada tahun 2011 berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1990 dengan mandat untuk melindungi warga sipil dan mendorong demiliterisasi di Abyei, dengan mandat tambahan untuk mendukung Mekanisme Verifikasi dan Pemantauan Perbatasan Bersama (JBVMM) di Abyei berdasarkan Resolusi 2024 tanggal 14 Desember 2011.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)