Menurut Kementerian Informasi dan Komunikasi , 54 daerah di Vietnam telah melaksanakan proyek-proyek terkait kota pintar, dengan fokus pada bidang-bidang seperti transportasi, lingkungan, kesehatan, dan administrasi. Namun, hanya sekitar 30% proyek yang telah mencapai tingkat integrasi data lintas sektor dan bidang.
“Data saat ini terfragmentasi, kurang seragam, dan terbatas dalam membantu pengambilan keputusan,” kata Bapak Ho Duc Thang, Wakil Direktur Badan Transformasi Digital Nasional, Kementerian Informasi dan Komunikasi.
Faktanya, basis data yang tersinkronisasi tidak hanya mendukung reformasi administrasi tetapi juga berfungsi sebagai fondasi untuk mengembangkan aplikasi cerdas. Letnan Kolonel Nguyen Thanh Vinh, Direktur Pusat Data Kependudukan Nasional, menyampaikan: “Sistem data kependudukan nasional kini telah mengintegrasikan lebih dari 87,9 juta informasi pribadi, memfasilitasi layanan identifikasi elektronik dan meningkatkan efisiensi layanan publik.” Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan.
Saat ini, banyak daerah di seluruh negeri telah mencapai hasil yang luar biasa dalam perjalanan ini. Di Da Nang, sistem data yang saling terhubung telah membantu kota beroperasi secara cerdas dan mengoptimalkan layanan publik. Provinsi seperti Binh Duong dan Quang Ninh juga gencar menerapkan solusi IoT dan big data untuk meningkatkan kapasitas manajemen dan mendorong pembangunan ekonomi digital. Model-model ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masing-masing daerah, tetapi juga menciptakan landasan bagi kerja sama dan berbagi pengalaman antardaerah.
Menurut Bapak Tran Ngoc Thach, Wakil Direktur Departemen Informasi dan Komunikasi Kota Da Nang , Pusat Operasi Cerdas (IOC) telah menjadi model penerapan data dalam manajemen perkotaan. Beliau mengatakan: "Integrasi data dari lebih dari 20 instansi tidak hanya membantu operasional secara efektif tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan aplikasi inovatif dari masyarakat." Berkat interkonektivitas ini, Da Nang telah menjadi salah satu kota pelopor di Vietnam dalam bidang transformasi digital.
Elemen penting dalam gambaran ini adalah pemanfaatan Big Data. Dr. Cu Kim Long, pakar AI dan Big Data di Institut Teknologi Informasi, Universitas Nasional Vietnam, Hanoi, mengatakan: “Big Data tidak hanya membantu memprediksi tren seperti perubahan iklim atau pertumbuhan penduduk, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing perkotaan secara global.”
Dalam lokakarya tersebut, banyak pakar menekankan bahwa agar data benar-benar menjadi "jantung" kota pintar, memastikan keamanan informasi merupakan prasyarat. Ibu Vo Thi Trung Trinh, Wakil Direktur Pusat Transformasi Digital Kota Ho Chi Minh, berkomentar: "Sistem data perlu dibangun di atas fondasi keamanan yang kokoh untuk melindungi privasi masyarakat dan membangun kepercayaan di antara masyarakat."
Dalam perjalanan membangun kota pintar, peran bisnis, pemerintah, dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Dari perusahaan besar hingga usaha kecil dan menengah, semuanya berkontribusi dalam menyediakan solusi teknologi dan layanan digital, mendukung tata kelola perkotaan yang lebih efektif. Untuk mendorong partisipasi ini, membangun "lapangan bermain bersama" melalui arsitektur pemerintahan digital yang sinkron dan mekanisme kebijakan yang jelas merupakan prasyarat.
Namun, salah satu tantangan terbesar adalah data yang masih terfragmentasi dan kurangnya konektivitas. Hal ini tidak hanya menjadi masalah di tingkat nasional, tetapi juga terjadi antarprovinsi dan kota, di mana sistem data belum disinkronkan untuk mendukung pembangunan daerah. Mendorong penggunaan platform bersama dan berbagi data peer-to-peer antardaerah akan membantu mengurangi biaya dan mengoptimalkan sumber daya, sekaligus menciptakan efisiensi yang lebih tinggi dalam penyediaan layanan publik dan pengelolaan perkotaan.
Perjalanan transformasi digital dan pembangunan perkotaan cerdas bukanlah kisah satu kota atau provinsi saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh daerah. Sinergi antarprovinsi dan kota, dari Utara hingga Selatan, akan menjadi kunci bagi Vietnam untuk membangun jaringan perkotaan cerdas yang berkelanjutan dan modern.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/co-so-du-lieu-la-chia-khoa-xay-dung-thanh-pho-thong-minh.html
Komentar (0)