Maskapai tersebut menyatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah mengeluarkan teguran dan surat rekomendasi kepada awak pesawat yang terlibat. Mereka juga merilis foto-foto yang menunjukkan kotak kondom tertinggal di kursi pilot di pesawat dan menyatakan bahwa kotak itu ditemukan saat inspeksi rutin.
Selain itu, menurut publikasi media Hong Kong, kapten pria tersebut kembali dari sesi pelatihan dengan seorang perwira wanita pada malam 20 Juli. Namun, teknisi yang menemukan insiden tersebut diminta untuk tetap diam setelah melaporkannya kepada atasannya.
Buktinya ada di kursi kapten.
West Wu Wai-hung, pengendali Skuadron Layanan Penerbangan, mengatakan kepada surat kabar Hong Kong South China Morning Post bahwa ia belum menerima keluhan apa pun tentang insiden tersebut, tetapi menekankan organisasi mengharapkan stafnya berperilaku dengan "standar yang sangat tinggi".
Ia mengatakan ia segera bertemu dengan pihak-pihak terkait untuk lebih memahami situasi. "Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya perilaku ilegal atau tidak diatur yang memengaruhi keselamatan penerbangan. Insiden itu terjadi karena kecerobohan serius sang kapten dalam menangani barang-barang pribadinya," ujar Wu.
Pengendali mengatakan Tim Penerbangan Layanan menangani situasi sesuai prosedur karena insiden tersebut dapat menyebabkan kesalahpahaman dan memengaruhi reputasi profesional tim.
Para awak pesawat yang terlibat menerima surat rekomendasi dan teguran, yang memperingatkan mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merusak reputasi awak pesawat.
Wu menambahkan bahwa pemberitahuan internal telah dikirimkan kepada seluruh awak pesawat, mengingatkan mereka untuk memeriksa dengan cermat semua barang bawaan pribadi dan peralatan yang dibawa ke dalam pesawat...
Layanan Penerbangan Pemerintah Hong Kong merupakan unit di bawah manajemen Daerah Administratif Khusus Hong Kong, yang bertanggung jawab atas pencarian dan penyelamatan, ambulans, pemadaman kebakaran melalui penerbangan...
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)