
Pendorong utama di balik lompatan maju ini berasal dari kekurangan parah HBM (memori bandwidth tinggi), komponen inti yang menentukan kecepatan pemrosesan pusat data.
Para analis memperkirakan bahwa pasokan tidak akan mampu memenuhi permintaan hingga tahun 2027, memberikan produsen terkemuka kekuatan penetapan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap raksasa teknologi.
Bagi SK Hynix, sahamnya telah melonjak 900% dalam 12 bulan terakhir, menjadikannya perusahaan Asia ketiga yang mencapai kapitalisasi pasar $1 triliun setelah Samsung Electronics.
Saat ini, grup tersebut menguasai 57% pangsa pasar HBM global berdasarkan pendapatan, jauh di depan Samsung yang memiliki 22% dan Micron yang memiliki 21%.
Pada bulan April, SK Hynix melaporkan peningkatan laba triwulanan hingga lima kali lipat berkat posisi pasarnya yang dominan. Untuk memperkuat posisinya dan menarik modal internasional, raksasa Korea Selatan ini terus maju dengan rencana untuk mendaftarkan ADR (sertifikat deposito di AS) tahun ini.
Langkah ini tidak hanya membuka peluang langsung bagi investor Wall Street, tetapi juga semakin memperkuat hubungan teknologi strategis antara Washington dan Seoul.
Di belahan dunia lain, Micron juga secara resmi bergabung dengan jajaran perusahaan bernilai triliun dolar setelah sahamnya melonjak 19%.
Lonjakan ini terjadi setelah UBS menaikkan target harga saham Micron dari $535 menjadi $1.625, berdasarkan ekspektasi bahwa pasar akan menilai kembali perusahaan tersebut seiring dengan perubahan struktural mendalam yang ditimbulkan oleh AI.
Investor secara agresif mengakumulasi saham yang terkait dengan CPU dan memori yang digunakan dalam tugas-tugas otomatis.
Yang perlu diperhatikan, intervensi dan dukungan finansial dari pemerintah AS selama setahun terakhir tidak hanya memberikan momentum bagi Micron tetapi juga membantu Intel melakukan kebangkitan yang spektakuler, meningkatkan nilainya enam kali lipat, sementara sejumlah perusahaan domestik lainnya seperti Qualcomm, AMD, dan Marvell Technology secara bersamaan mencetak rekor baru.
(Menurut Bloomberg dan CNBC)

Sumber: https://vietnamnet.vn/hai-cong-ty-ban-dan-cung-can-moc-von-hoa-nghin-ty-do-2519749.html







Komentar (0)