Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Teknologi Inklusif untuk Anak Perempuan di Sri Lanka

Báo Phụ nữ Việt NamBáo Phụ nữ Việt Nam04/06/2024

[iklan_1]

“Persepsi negatif terhadap kemampuan seorang anak perempuan, baik di rumah maupun di sekolah, dapat menyebabkan mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak akan berhasil di bidang STEM,” jelas Nevindaree Premarathne, 38 tahun, dari Kolombo, Sri Lanka.

Mengatasi kesenjangan dalam pendidikan STEM

Premarathne adalah pendiri dan CEO Makers Global, sebuah perusahaan EdTech yang bertujuan menginspirasi siswa untuk menggunakan STEM dalam memecahkan masalah. Menyadari kesenjangan yang signifikan dalam pendidikan STEM dalam kegiatan praktis bagi anak perempuan di Sri Lanka, ia memulai proyek ini pada Januari 2023, yang membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya di bidang sains dan teknologi.

Menurut data dari Komisi Hibah Universitas Sri Lanka, pada tahun 2017, perempuan hampir separuh dari mahasiswa yang terdaftar dalam mata kuliah STEM di universitas-universitas lokal. Namun, sangat sedikit perempuan yang bekerja di bidang ini.

"Di sebagian besar sekolah, anak perempuan tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari mata pelajaran praktis seperti sains dan teknologi. Mereka mungkin memiliki pengetahuan teoretis terkait konsep STEM tetapi kurang memiliki keterampilan praktis. Itulah sebabnya saya bersemangat tentang pendidikan STEM dan ingin mengeksplorasi metode pengajaran yang inovatif serta mengembangkan kurikulum untuk mengatasi kesenjangan ini," ujarnya.

Pada Februari 2024, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) dan Uni Eropa (UE) di Sri Lanka bermitra dengan Makers Global untuk memperkenalkan inisiatif MakHer ke 10 sekolah di seluruh pulau. MakHer dirancang untuk memberdayakan perempuan dan anak perempuan agar memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk unggul di bidang STEM.

Prakarsa ini mencakup lokakarya langsung yang berfokus pada robotika, inovasi, pembuatan prototipe, dan pengintegrasian konsep STEM untuk memecahkan masalah sosial, yang dengan demikian meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah.

Didorong oleh keyakinan bahwa setiap gadis memiliki potensi untuk berhasil di STEM, lokakarya MakHer juga menghubungkan siswa dengan pakar industri.

“Paparan terhadap panutan perempuan di bidang STEM sangat penting untuk menginspirasi siswa agar memiliki kepercayaan diri dan ambisi, serta meneguhkan bahwa perempuan dapat berkembang dalam karier STEM,” ujar Premarathne.

Memberdayakan Perempuan dalam Bidang TI

Safa Rizan, 18 tahun, seorang mahasiswa ilmu biologi yang tertarik dengan rekayasa genetika, menghadiri lokakarya MakHer pada Februari 2024 bersama 100 siswa lain dari sekolahnya. Rizan bercerita tentang kekurangan dalam sistem pendidikan.

Ada banyak mata pelajaran yang bisa dimasukkan ke dalam kurikulum, seperti penerapan ilmu kedokteran dalam ilmu terapan, ujarnya. Pengajaran mata pelajaran tersebut dapat membantu mahasiswa mempersiapkan karier masa depan mereka dengan lebih baik, ujar Rizan.

Rizan terinspirasi untuk mempraktikkan teori di lokakarya MakHer: "Kami para siswa tahu tentang rangkaian listrik… kami menggambarnya setiap hari di sekolah. Namun, ketika harus membuat rangkaian listrik dan menggunakannya, tak seorang pun bisa melakukannya tanpa bimbingan."

Saya belajar bahwa pengetahuan yang kita miliki tidak cukup untuk menavigasi dunia ini jika kita tidak tahu bagaimana menerapkannya. Baru setelah lokakarya ini saya mulai mempelajari lebih lanjut tentang rekayasa genetika dan bioinformatika.

Rizan juga berbicara tentang pentingnya memberikan perempuan dan anak perempuan kesempatan dan akses yang sama terhadap teknologi, dan menegaskan bahwa hal itu akan menghasilkan dunia yang lebih baik dan lebih beragam.

Ia berpendapat bahwa melibatkan semua gender dalam teknologi akan membantu pemahaman dan pemecahan masalah yang lebih baik, yang pada akhirnya mengarah pada pembangunan yang lebih efektif. Selain itu, Rizan menyoroti bias sosial yang seringkali menghambat kepercayaan diri anak perempuan. Ia mencontohkan sebuah proyek ekstrakurikuler di mana kontribusi anak perempuan diremehkan meskipun mereka mampu menemukan solusi.

Pesan Rizan kepada para gadis muda adalah jangan biarkan siapa pun merampas kepercayaan diri mereka. "Kita seharusnya tidak membatasi diri atau peluang kita hanya berdasarkan perkataan orang-orang di sekitar kita. Di saat yang sama, kita seharusnya tidak membatasi diri pada pilihan karier yang sempit yang selalu disarankan untuk kita pilih," ujarnya.

Raihlah peluang baru yang datang kepadamu. Teruslah bekerja keras dan jadilah tak tergantikan, maka tak seorang pun dapat menghentikanmu berkarya di bidang itu.

Sumber: UN Women


[iklan_2]
Sumber: https://phunuvietnam.vn/cong-nghe-hoa-nhap-cho-tre-em-gai-o-sri-lanka-20240603141212141.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk