Mempertahankan pilar teknologi dan transformasi digital
Resolusi No. 57-NQ/TW menetapkan tujuan strategis dan orientasi pembangunan yang kuat untuk Da Nang, di mana ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi memainkan peran kunci dalam menjadikan kota ini sebagai pusat sosial -ekonomi utama negara dan kawasan.
Hingga saat ini, Kota Da Nang telah diberi 75 tugas oleh Pemerintah Pusat dalam rangka pelaksanaan Resolusi 57. Dari jumlah tersebut, kota tersebut telah menyelesaikan 32 tugas (42,7%) dan sedang melaksanakan 43 tugas sisanya.
Da Nang saat ini termasuk dalam kelompok 5 daerah dengan tingkat penyelesaian tugas tertinggi di negara ini.

Kamerad Nguyen Van Quang, Sekretaris Komite Partai Kota Da Nang, menegaskan bahwa Da Nang akan terus teguh pada jalur yang menjadikan sains dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital sebagai fondasinya. Pemikiran kota ini telah dikonkretkan sejak sebelum Resolusi 57, melalui kebijakan-kebijakan seperti Resolusi 43, Resolusi 136 Majelis Nasional, dan Keputusan Pemerintah 154.
Atas dasar itu, Da Nang berorientasi untuk berkembang sesuai dengan model 3 pusat: pusat inovasi dan startup nasional, pusat transformasi digital regional Asia Tenggara, dan pusat keuangan internasional, dengan fokus pada keuangan hijau dan keuangan digital.
Secara khusus, kota ini menetapkan persyaratan untuk membangun kota pintar di tingkat yang baru, tidak hanya berhenti pada e-government, tetapi juga menghubungkan erat pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Da Nang juga menekankan peran data sebagai jenis materi produksi baru, yang perlu ditetapkan sebagai aset, untuk menciptakan landasan hukum dan basis bagi pemanfaatan yang efektif di masa depan.
Selain itu, kota tersebut mengusulkan tugas-tugas baru seperti: membangun kembaran digital untuk mengembangkan ekonomi ruang marjinal; membentuk lantai perdagangan kredit karbon; menguji coba jaringan blockchain untuk melayani aset-aset digital dan pusat-pusat keuangan; dan meningkatkan kawasan Quang Dai menjadi kawasan perkotaan industri digital...
Kota pintar membutuhkan data sebagai aset
Menurut Bapak Nguyen Trung Chinh, Ketua Dewan Direksi dan Ketua Eksekutif CMC Technology Group, Da Nang sebaiknya tidak mengembangkan teknologi tinggi ke arah industri tradisional, melainkan berfokus pada teknologi inti, kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan tata kelola cerdas. Khususnya, kota ini dapat sepenuhnya menjadi pelopor penerapan blockchain yang komprehensif dalam manajemen perkotaan.
Dengan kebijakan membangun Pusat Keuangan Nasional, Da Nang perlu mengidentifikasi keunggulannya sendiri sebagai keuangan digital, mengambil data sebagai aset untuk membentuk platform keuangan modern.

Dr. Le Anh Son, Wakil Direktur Utama Phenikaa Group dan Wakil Rektor Universitas Phenikaa, meyakini bahwa salinan digital merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas manajemen perkotaan, terutama dalam konteks transformasi digital yang ekstensif. Menurutnya, perlu dibangun sistem data berlapis yang mencakup sumber daya, transportasi, ekonomi, hingga data blockchain untuk mengembangkan salinan digital yang sesungguhnya. Phenikaa sedang meneliti dan menguji berbagai teknologi inti seperti mobil swakemudi, kecerdasan buatan (AI), platform digital, dan mencapai efisiensi praktis di pabrik. Ia mengusulkan agar pemerintah kota dan Kementerian Sains dan Teknologi segera memiliki mekanisme pemesanan dan pengujian produk di area publik guna mendorong transfer teknologi.

Menutup pertemuan, Menteri Sains dan Teknologi Nguyen Manh Hung menekankan bahwa agar Da Nang dapat berkembang menjadi kota pintar dan kawasan perkotaan yang maju, tiga pilar: sains dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital tidak dapat dipisahkan. Inovasi bukan hanya sekadar ide baru, tetapi juga tindakan yang memberikan nilai praktis.
Beliau sangat mengapresiasi usulan-usulan kota, seperti penetapan data sebagai aset dan pengembangan salinan digital, yang sejalan dengan semangat Resolusi 57. Menurut Menteri, data adalah "kekayaan intelektual" di era digital; semakin kuat transformasi digital, semakin besar pula nilai yang diciptakannya.
Menteri Nguyen Manh Hung mengusulkan pemilihan komune atau distrik untuk uji coba salinan digital, dengan dukungan dari Kementerian Sains dan Teknologi dan Universitas Phenikaa.
Menteri juga menekankan peran perintis pemerintah dalam memesan, membeli, dan menggunakan produk teknologi, sehingga menciptakan pasar awal bagi perusahaan dalam negeri.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/da-nang-dinh-vi-du-lieu-la-tai-san-cho-chien-luoc-do-thi-thong-minh-post805877.html
Komentar (0)