Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Universitas Vietnam-Jerman. (Sumber: VNA) |
Pada tanggal 24 Januari, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Universitas Vietnam-Jerman di kota Ben Cat, provinsi Binh Duong . Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan atas undangan Presiden Vo Van Thuong beserta istri.
Presiden Jerman didampingi oleh Menteri Tenaga Kerja dan Sosial Jerman, Hubertus Heil, Wakil Menteri Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, Nguyen Van Phuc, dan perwakilan sejumlah perusahaan. Dari pihak Provinsi Binh Duong, hadir pula Ketua Komite Rakyat Provinsi, Vo Van Minh.
Setelah mengunjungi Laboratorium Teknik Produksi, Presiden Frank-Walter Steinmeier memberikan pidato kepada ratusan mahasiswa Universitas Vietnam-Jerman.
Presiden Jerman mengatakan ia sangat terkesan dengan Vietnam hari ini, yang merupakan perpaduan luar biasa antara tradisi dan modernitas. Ia menegaskan bahwa meskipun Jerman dan Vietnam terpisah lebih dari 10.000 km, hubungan kedua negara tidaklah jauh. Jerman berjanji untuk memberikan dukungan bilateral kepada Vietnam di berbagai bidang seperti transisi ekologi, infrastruktur, dan struktur ekonomi ...
Presiden Frank-Walter Steinmeier menilai peran dan pentingnya Vietnam di kawasan dan di panggung dunia. Beliau juga menyoroti berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi kedua negara dalam menghadapi fluktuasi situasi dunia. Beliau yakin bahwa kedua negara akan terus menerapkan aturan dengan baik, menghormati hukum internasional, serta memultilateralisasi dan mendiversifikasi hubungan persahabatan dan kerja sama. Menurutnya, hal ini akan menjadi faktor penting untuk mengatasi kesulitan dan tantangan bersama.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berpidato di Universitas Vietnam-Jerman. (Sumber: VNA) |
Presiden Jerman menilai Proyek Universitas Vietnam-Jerman sebagai "proyek mercusuar" bagi hubungan erat kedua negara. Jerman akan terus mendukung Vietnam, dengan menggandakan skala pelatihan sekolah saat ini.
Bersamaan dengan pidato Presiden Jerman, Menteri Tenaga Kerja dan Sosial Jerman, Hubertus Heil, juga berdialog dengan mahasiswa Universitas Vietnam-Jerman. Selain itu, terdapat diskusi singkat antara pelaku bisnis Jerman, dosen, dan mahasiswa tentang hubungan antara dunia usaha dan Universitas; kebutuhan tenaga kerja, serta kapasitas mahasiswa setelah lulus...
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)