Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Orang Asia khawatir tentang harga saat bepergian, turis Vietnam lebih nyaman

Việt NamViệt Nam19/12/2024

Meskipun kurang sensitif terhadap harga dibandingkan wilayah lainnya, 37% wisatawan Vietnam masih menganggap harga sebagai faktor penting saat memilih akomodasi, di atas faktor lain seperti kenyamanan dan inisiatif keberlanjutan.

Meskipun kurang sensitif terhadap harga dibandingkan wilayah lainnya, 37% wisatawan Vietnam masih menganggap harga sebagai faktor penting saat memilih akomodasi - Foto: QUANG DINH

Menurut survei yang dilakukan oleh Traveloka, di sebagian besar wilayah Asia- Pasifik , sensitivitas harga memainkan peran penting. Hampir setengah dari turis Di pasar seperti Singapura, Australia, Jepang, Malaysia, dan Indonesia, harga menjadi prioritas utama saat memesan akomodasi, sementara di Vietnam, angka ini hanya 37%.

Turis Vietnam, Korea, dan India masih menghargai harga, tetapi cenderung mempertimbangkan faktor lain, seperti kenyamanan kamar dan fasilitas, saat membuat keputusan.

Survei juga menunjukkan bahwa hampir separuh (49%) orang Vietnam lebih menyukai perjalanan domestik, sementara 31% memilih pergi ke luar negeri dan 20% tidak memiliki preferensi yang jelas.

Orang Vietnam bepergian karena banyak alasan, tetapi istirahat dan peremajaan tetap menjadi tujuan utama, serupa dengan negara lain di kawasan Asia- Pasifik (APAC).

Wisatawan Vietnam juga sangat menyukai pantai dan kawasan pesisir, dengan 59% memilihnya sebagai tujuan utama untuk bersantai. Destinasi wisata alam seperti pegunungan dan taman nasional (51%) berada di urutan kedua, diikuti oleh situs bersejarah dan budaya (35%).

Ketika ditanya tentang kemungkinan memilih destinasi yang tidak direncanakan sebelumnya, 40% warga Vietnam mengatakan mereka dipengaruhi oleh saran dari keluarga dan teman, diikuti oleh promosi perjalanan (39%).

Orang Vietnam sering menggunakan media sosial untuk merencanakan perjalanan mereka (47%), lebih tinggi daripada platform perjalanan seperti Agoda, Expedia, atau Traveloka (35%) dan aplikasi seperti Google Maps, Waze, dan Grab (32%). Selain itu, media sosial juga merupakan sumber informasi paling populer tentang destinasi baru, dipercaya oleh 53% wisatawan, dibandingkan dengan saran dari keluarga dan teman (41%) dan blog atau situs web perjalanan (41%).

Uang tunai tetap menjadi metode pembayaran paling populer dalam perjalanan, digunakan oleh lebih dari separuh (58%) wisatawan. Metode pembayaran lain seperti kartu kredit/debit (53%) dan dompet elektronik seperti VNPAY atau Momo (48%) juga semakin populer.

Hampir 90% warga Vietnam bersedia memilih opsi perjalanan berkelanjutan jika tersedia, lebih tinggi dari rata-rata Asia-Pasifik yang hanya 80%. Namun, hambatan terbesar bagi wisatawan Vietnam (38%) bukanlah biaya, melainkan kurangnya opsi berkelanjutan di destinasi favorit mereka.

“Angka ini jelas menciptakan peluang yang jelas bagi penyedia layanan pariwisata di Vietnam untuk menarik pasar, dengan menyediakan pengalaman pariwisata yang ramah lingkungan,” kata para ahli.

Sementara negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Jepang cenderung memiliki tren perjalanan domestik yang tinggi (70%), Vietnam (49%) memiliki rasio yang lebih seimbang antara perjalanan domestik dan secara internasional, serupa dengan India (51%) dan Malaysia (37%).

Traveloka menyarankan bahwa untuk menarik wisatawan Vietnam, merek perlu fokus pada promosi yang menarik, memfasilitasi pembayaran yang nyaman, dan meningkatkan pengembangan opsi berkelanjutan di destinasi domestik dan internasional.

Studi berjudul "Reimagining Travel: Understanding and Meeting the Diverse Needs of APAC Travelers" ini didasarkan pada survei terhadap hampir 12.000 responden di sembilan negara, termasuk 1.000 responden dari Vietnam. Survei ini menyoroti perubahan kebiasaan dan preferensi perjalanan yang membentuk lanskap industri pariwisata Asia-Pasifik (APAC). Studi ini juga memberikan wawasan bermanfaat untuk memprediksi tren dan menciptakan pengalaman perjalanan yang bermakna di tahun 2025 dan seterusnya.


Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk