img2090 17098038713231478628264.jpg
Perdana Menteri Pham Minh Chinh, istrinya, dan delegasi tingkat tinggi Vietnam mengunjungi para pejabat dan staf misi diplomatik serta perwakilan komunitas Vietnam di Australia - Foto: VGP/Nhat Bac

Australia menyambut Perdana Menteri dengan upacara khusus.

Dalam sambutannya kepada Perdana Menteri dan delegasi, Duta Besar Vietnam untuk Australia, Pham Hung Tam, menekankan bahwa kunjungan Perdana Menteri ini memiliki arti khusus, membuka babak baru dalam hubungan antara kedua negara, dengan kedua negara mengumumkan peningkatan hubungan diplomatik menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Pihak Australia menyampaikan sambutan yang sangat hormat dan penuh perhatian kepada Perdana Menteri dan delegasi, dengan upacara diplomatik khusus yang melebihi standar biasa.

Mengenai beberapa poin penting hubungan bilateral, Duta Besar menyatakan bahwa hingga saat ini, 4 dari 8 negara bagian dan wilayah Australia telah mendirikan kantor perwakilan perdagangan di Vietnam. Vietnam termasuk dalam 10 destinasi wisata terpopuler bagi wisatawan Australia, dan terdapat 32.000 mahasiswa Vietnam yang belajar di Australia.

img2107 1709803874858261866525.jpg
Perdana Menteri Pham Minh Chinh menegaskan bahwa Partai dan Negara selalu memperhatikan komunitas Vietnam di luar negeri. Resolusi 36 Politbiro dengan jelas menyatakan bahwa warga Vietnam di luar negeri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bangsa Vietnam. - Foto: VGP/Nhat Bac

Semakin banyak intelektual Vietnam yang tinggal di luar negeri secara aktif berkontribusi bagi tanah air mereka, baik dalam hal pembangunan nasional maupun hubungan bilateral. Duta Besar menyebutkan kegiatan dan kontribusi luar biasa dari berbagai asosiasi Vietnam di Australia, seperti Asosiasi Intelektual dan Profesional Vietnam, Asosiasi Mahasiswa Vietnam, Jaringan Inovasi Vietnam, dan Asosiasi Bisnis Vietnam. Institut Kebijakan Vietnam-Australia juga baru-baru ini didirikan di Universitas RMIT.

Pada pertemuan tersebut, para peserta menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Partai, Negara, dan Kedutaan Besar kepada komunitas Vietnam; menegaskan bahwa saudara-saudara sebangsa kita di Australia selalu menjunjung tinggi tradisi solidaritas dan saling mendukung, saling membantu untuk menstabilkan kehidupan mereka dan selalu menengadah ke akar dan tanah air mereka dengan semangat "minum air, mengingat sumbernya".

img1981 17097717893421435132710.jpg
Perdana Menteri Pham Minh Chinh dan istrinya, bersama warga Vietnam di Bandara Canberra - Foto: VGP/Nhat Bac

Dengan sekitar 350.000 warga Vietnam di Australia, ini adalah komunitas Vietnam perantauan terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang, dan komunitas asing terbesar kelima di Australia. Bahasa Vietnam juga merupakan bahasa yang paling banyak digunakan keempat di sini dan telah dimasukkan sebagai bahasa asing di semua sekolah menengah.

Bapak Tran Ba ​​​​Phuc, Ketua Asosiasi Pengusaha Vietnam di Australia, mengatakan bahwa beliau menempuh perjalanan sejauh 700 km dari Melbourne ke Canberra untuk menghadiri pertemuan tersebut. Menurutnya, komunitas Vietnam di Australia dianggap cukup sukses, terintegrasi dengan baik, dan semakin makmur. "Komunitas Vietnam di luar negeri selalu memandang ke tanah air, karena kita tidak dapat mengubah citra dan hati Vietnam di dalam diri kita," katanya dengan penuh emosi.