Apakah saya akan didenda karena mengendarai mobil yang bukan milik saudara atau teman?
Kesalahan tidak terdaftarnya kendaraan bermotor merupakan sebutan umum untuk kesalahan karena tidak melengkapi prosedur registrasi kendaraan bermotor (memindahkan nama pemilik kendaraan yang ada di Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor menjadi nama sendiri) sesuai ketentuan pada saat membeli, menerima, menghibahkan, mengalokasikan, memindahtangankan, atau mewariskan harta benda berupa sepeda motor, sepeda motor biasa, atau jenis kendaraan lain yang sejenis dengan sepeda motor.
Dengan demikian, hanya mereka yang membeli, menerima, atau menghadiahkan mobil sebagaimana disebutkan di atas tanpa menyelesaikan prosedur perubahan nama sebagaimana ditentukan yang akan dikenakan sanksi karena tidak memiliki kendaraan atas nama mereka. Meminjam mobil dari kerabat atau teman untuk dikendarai di jalan tidak akan dikenakan sanksi oleh polisi lalu lintas karena tidak memiliki kendaraan atas nama mereka.
Selain itu, Pasal 10, Pasal 80 Keputusan 100/2019/ND-CP menetapkan:
Verifikasi untuk mendeteksi kesalahan kendaraan non-pemilik hanya dapat dilakukan melalui investigasi, penyelesaian kecelakaan lalu lintas atau registrasi kendaraan.
Dengan demikian, saat berkendara di jalan raya, polisi lalu lintas tidak akan memeriksa kesalahan pada kendaraan yang tidak terdaftar atas nama pemiliknya.
Denda atas kesalahan non-pemilik pada tahun 2023
Denda yang dikenakan apabila tidak mendaftarkan kendaraan bermotor atas nama pemilik atau tidak melakukan prosedur pendaftaran kendaraan bermotor (memindahkan nama pemilik kendaraan yang ada di STNK menjadi nama Anda) sesuai ketentuan pada saat membeli, menerima, menghibahkan, mengalokasikan, memindahtangankan, atau mewariskan barang berupa sepeda motor, sepeda motor, atau kendaraan sejenis sepeda motor adalah sebagai berikut:
- Denda sebesar Rp2.000.000,00 (dua miliar rupiah) sampai dengan Rp4.000.000,00 (empat miliar rupiah) bagi perorangan, dan Rp4.000.000,00 (empat miliar rupiah) sampai dengan Rp8.000.000,00 (delapan miliar rupiah) bagi badan usaha yang memiliki mobil, traktor, sepeda motor khusus, dan kendaraan sejenis mobil.
- Denda sebesar Rp400.000,00 (empat ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) bagi perorangan, dan Rp800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp1.200.000,00 (satu miliar dua ratus ribu rupiah) bagi badan usaha pemilik sepeda motor, skuter, dan kendaraan sejenis sepeda motor.
(Poin a, Klausul 4, Poin l, Klausul 7, Pasal 30, Keputusan 100/2019/ND-CP)
Saat menghentikan kendaraan, apa yang akan diperiksa polisi lalu lintas?
Sesuai dengan Pasal 12 Ayat 2 Surat Edaran Nomor 32/2023/TT-BCA, pada saat menghentikan kendaraan, maka petugas lalu lintas akan melakukan pemeriksaan terhadap hal-hal sebagai berikut:
- Dokumen kontrol yang terkait dengan orang dan kendaraan, termasuk:
+ Surat Izin Mengemudi;
+ Sertifikat pelatihan hukum lalu lintas jalan raya, Lisensi, Sertifikat mengemudi sepeda motor khusus;
+ Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang telah dilegalisasi beserta tanda terima asli yang sah dari lembaga perkreditan (selama lembaga perkreditan tersebut memegang Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang asli);
+ Sertifikat pemeriksaan, stempel pemeriksaan keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan, Sertifikat keabsahan Sertifikat Pemeriksaan dan Stempel Pemeriksaan (untuk jenis kendaraan yang wajib diperiksa);
+ Sertifikat asuransi tanggung jawab perdata wajib pemilik kendaraan bermotor;
+ Dokumen lain yang diperlukan sebagaimana ditentukan.
Bila pangkalan data sudah terhubung dengan sistem identifikasi dan autentikasi elektronik dan informasi mengenai status dokumen sudah ditentukan, pengendalian melalui pengecekan dan pembandingan informasi dokumen-dokumen di dalam akun identifikasi elektronik sama berharganya dengan pengecekan dokumen secara langsung;
- Mengontrol kondisi lalu lintas kendaraan
Lakukan kontrol secara berurutan dari depan ke belakang, dari kiri ke kanan, dari luar ke dalam, dari atas ke bawah, termasuk konten berikut:
+ Bentuk, dimensi luar, warna cat, plat nomor depan, belakang dan samping kendaraan;
+ Kondisi keselamatan teknis dan perlindungan lingkungan kendaraan bermotor jalan raya dan sepeda motor khusus sesuai peraturan;
- Pengendalian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan transportasi jalan
Mengendalikan keabsahan barang, jenis, volume, jumlah, spesifikasi, ukuran, benda, jumlah orang sebenarnya yang diangkut dibandingkan dengan ketentuan yang diizinkan dan standar keselamatan di bidang angkutan jalan;
- Mengontrol konten terkait lainnya sesuai dengan ketentuan hukum.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)