Pasar-pasar kecil, yang diselenggarakan setiap triwulan, bulanan, atau mingguan oleh organisasi kreatif dan kelompok individu, menciptakan "spesialisasi pariwisata baru," di mana pengunjung dapat bertemu, berbelanja, dan menikmati kerajinan tangan yang indah serta produk pertanian musiman.
Di tengah cuaca transisi Da Lat, saat angin sejuk berhembus melalui pepohonan pinus, sebuah "pasar musiman" dibuka di dalam area resor di distrik Cam Ly, Da Lat. Pasar ini tidak besar, hanya memiliki sekitar 30 kios, tetapi setiap sudutnya memiliki suasana uniknya sendiri.

Tepat di pintu masuk terdapat deretan produk kerajinan tangan, termasuk tas kain yang diwarnai, lukisan, dan kotak cat bagi pengunjung untuk melepaskan kreativitas mereka, serta perhiasan unik yang berkilauan di bawah sinar matahari pagi.
Lebih jauh ke dalam terdapat area yang menjual kue-kue, minuman, minyak esensial, lilin aromaterapi… serta hasil bumi lokal. Para wanita dengan pipi merah merona karena kedinginan dengan ramah mengundang para tamu untuk mencicipi selai stroberi yang manis dan harum serta buah kesemek kering.

Banyak petani juga membawa produk mereka langsung ke pasar sehingga wisatawan dapat mendengar cerita di balik setiap kebun sayur, setiap stroberi, cerita tentang iklim, pengalaman bertani, dan kebanggaan para petani di dataran tinggi Lam Vien.
Di kejauhan, bagian barang-barang wol memajang syal, topi wol, dan patung-patung hewan yang unik. Setiap barang membawa cerita tentang musim, tentang tangan-tangan tekun para pengrajin. Di tempat lain, para wisatawan berkumpul untuk menyaksikan pembuatan kerajinan tembikar, senyum mereka dipenuhi kegembiraan…

Setelah mengunjungi pasar tersebut, Ibu Nguyen Nhat Anh, seorang wisatawan dari Kota Ho Chi Minh , dengan gembira berbagi: "Saya dan keluarga datang ke sini untuk berlibur dan kebetulan mengetahui tentang pasar ini, jadi kami berkunjung dan berbelanja. Sangat menarik untuk bertemu dan mempelajari banyak hal menarik dari para petani dan pemilik toko di daerah tersebut. Saya membeli beberapa kue, permen, dan suvenir sebagai kenang-kenangan dan hadiah untuk teman dan kerabat."

Sifat artistik dan kebebasan kreatif pasar ini juga menarik para seniman jalanan.
Berpartisipasi dalam pasar tersebut, Ibu Liu Hy Uyen, pemilik toko tato In In, mengatakan: "Saya memajang sketsa dan desain yang terinspirasi oleh alam Da Lat, bunga, pohon pinus, simbol budaya etnis, serta desain unik dan modern. Saya berharap orang-orang dapat mengenal dan menikmati lebih banyak produk tato artistik ini."

Di tengah alunan musik yang menenangkan, pengunjung dapat merasakan suasana yang kental dengan esensi dataran tinggi, berpadu dengan arsitektur klasik Prancis, di mana produk pertanian terbaik, makanan khas lokal, dan kerajinan tangan bertemu, menawarkan pengalaman yang segar dan memikat.
Pasar ini kecil, tetapi terasa seolah seluruh Da Lat terkandung dalam beberapa puluh meter persegi itu: hawa dingin yang lembut, aroma manis kue-kue dan buah-buahan, keramahan tulus para penjual, dan sentuhan sederhana namun hangat dari kerajinan tradisional. Wisatawan tidak hanya membeli produk; mereka membeli momen perubahan musim di Da Lat, sesuatu yang tidak ditemukan di toko-toko di jalanan kota besar.

Ibu Tran Thi Dung, manajer resor, mengatakan, "Setiap musim kami mengadakan pasar di mana wisatawan dapat langsung mengakses dan mempelajari produk-produk lokal di provinsi ini. Ini adalah cara untuk menciptakan daya tarik dan menyebarkan nilai-nilai lokal kepada wisatawan domestik dan internasional. Ketika pemilik kios berpartisipasi dalam pasar, mereka dapat mempromosikan dan memperluas basis pelanggan mereka, membantu menjual dan menyebarkan produk mereka secara lebih efektif."
Di taman, penginapan pinggiran kota, atau kafe, pasar akhir pekan diadakan secara rutin, masing-masing dengan karakter uniknya sendiri. Ini bisa berupa pasar kerajinan tangan atau seni, pasar bunga, pasar makanan , atau pasar produk organik musiman…

Pasar-pasar kecil sering kali diorganisir untuk memprioritaskan produk lokal dan terkait dengan pariwisata hijau serta tren pembangunan berkelanjutan. Banyak kios membatasi penggunaan plastik, mendorong kemasan ramah lingkungan, mempromosikan model produksi pertanian bersih, menciptakan saluran penjualan, dan memperkenalkan produk dari petani lokal.
Di tengah suasana pariwisata yang semakin semarak, pasar-pasar berwarna-warni bukan hanya tempat untuk membeli dan menjual, tetapi juga ruang budaya dan kreatif di mana pengunjung dapat sepenuhnya merasakan cita rasa musim, keahlian, dan ritme kehidupan masyarakat setempat.
Kegiatan-kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan identitas unik bagi pariwisata di Lam Dong, negeri seribu bunga—tidak berisik, tidak terlalu komersial, tetapi tenang, harmonis, dan kaya akan pengalaman.
Sumber: https://baolamdong.vn/diem-hen-ly-thu-o-cac-phien-cho-lam-dong-ngan-hoa-403101.html











Komentar (0)