Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Peradilan Rakyat (amandemen) terdiri dari 9 bab dan 154 pasal, yang terdiri dari 54 pasal baru, 93 pasal diubah, dan 7 pasal tidak diubah. Dibandingkan dengan Undang-Undang tentang Organisasi Peradilan Rakyat tahun 2014, rancangan undang-undang ini telah mengurangi 2 bab dan menambah 57 pasal. Rancangan undang-undang ini telah mengikuti tujuan, mengarahkan pandangan, dan menetapkan 6 kelompok kebijakan yang telah disetujui oleh Majelis Nasional dalam Resolusi No. 89 tanggal 2 Juni 2023.
Kawan Dang Thi My Huong, Wakil Kepala Delegasi Majelis Nasional provinsi, berbicara di konferensi tersebut.
Perubahan Undang-Undang tentang Organisasi Pengadilan Rakyat bertujuan untuk terus menyempurnakan struktur organisasi, meningkatkan kualitas, efektivitas, efisiensi, dan prestise Pengadilan Rakyat; membangun sistem peradilan yang profesional, modern, adil, tegas, dan jujur; memenuhi tanggung jawab untuk melindungi keadilan, melindungi hak asasi manusia, hak warga negara, melindungi kepentingan negara, melindungi hak dan kepentingan yang sah dan sah dari organisasi dan perseorangan.
Pada konferensi tersebut, para delegasi pada dasarnya sepakat dengan isi rancangan undang-undang tersebut dan memberikan beberapa pendapat seperti: mengusulkan agar nama-nama unit Pengadilan tetap seperti yang berlaku saat ini; perlu meninjau kembali peraturan yang menyatakan bahwa pengadilan tidak berkewajiban untuk mengumpulkan bukti; perlu menetapkan tanggung jawab pengadilan dalam membimbing dan mendukung pengumpulan bukti untuk melindungi subjek yang rentan; mempertahankan masa jabatan hakim sebagaimana diatur saat ini; menyetujui pembentukan pengadilan khusus...
Atas nama Delegasi Majelis Nasional, Wakil Ketua Delegasi Provinsi sangat mengapresiasi pendapat para delegasi, yang berkontribusi dalam penyempurnaan dan peningkatan kualitas rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Peradilan Rakyat. Pendapat dan rekomendasi dalam konferensi tersebut akan dihimpun dan disempurnakan oleh Delegasi Provinsi dari Delegasi Majelis Nasional untuk disampaikan kepada Majelis Nasional pada Sidang ke-6 mendatang.
Kotoranku
Sumber
Komentar (0)