Pada dua pameran terbesar di industri kayu dan furnitur, yang berlangsung di Kota Ho Chi Minh , termasuk HAWA Expo 2025 (5-7 Maret) dan VIFA Expo 2025 (5-8 Maret), Canadian Wood Vietnam berpartisipasi dan dengan tegas menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan industri kayu Vietnam.
Oleh karena itu, pada kedua pameran di atas, Canadian Wood Vietnam memperkenalkan koleksi furnitur unik dari perusahaan-perusahaan yang berspesialisasi dalam pembuatan furnitur untuk ekspor, termasuk Minh Tien, Phu Khang Phat, Chan Hung, dan Tuong An. Perusahaan-perusahaan ini juga berpartisipasi dalam "Program Uji Coba Kayu Kanada".
Melalui program ini, Canada Wood Vietnam tidak hanya menyediakan kayu Kanada tetapi juga menyediakan saran teknis dan profesional sehingga produsen dapat merancang dan menciptakan produk terlengkap, sekaligus membantu mereka memperluas koneksi dengan mitra potensial.
Bapak Tran Thanh Ven, Country Director Canadian Wood Vietnam, mengatakan: “Melalui pameran kayu dan furnitur di Vietnam, kami melihat peningkatan minat terhadap spesies kayu berkelanjutan dari British Columbia, Kanada, dari pelanggan domestik dan internasional. Oleh karena itu, kami berfokus untuk mendukung produsen di Vietnam, membantu mereka memilih dan menggunakan kayu Kanada untuk produk furnitur berkualitas tinggi. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi pengembangan kami di pasar Vietnam, dan sekaligus menunjukkan upaya kami untuk berkontribusi pada pertumbuhan industri kayu Vietnam.”
Sebagai lembaga pemerintah , Canadian Wood tidak terlibat dalam perdagangan kayu. Di Vietnam, Canadian Wood menjalankan program pengembangan pasar melalui berbagai kegiatan pelatihan, promosi, dan pelatihan profesional. Sejak kehadirannya di Vietnam pada tahun 2018, Canadian Wood Vietnam telah mempertahankan perannya sebagai "pendamping" tepercaya bagi para produsen furnitur, membantu mereka mengakses kayu berkualitas dari hutan yang dikelola secara lestari di British Columbia.
Pada tahun 2024, menurut Departemen Umum Bea Cukai, ekspor kayu dan furnitur Vietnam akan mencapai 16,25 miliar dolar AS, naik 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini telah memperkuat posisi Vietnam sebagai salah satu pusat manufaktur furnitur terkemuka dunia . Pada tahun 2025, dengan prospek yang positif, industri kayu Vietnam berupaya mencapai omzet ekspor sebesar 18 miliar dolar AS.
Untuk mencapai tujuan ini, produsen perlu berfokus pada keberlanjutan, asal-usul legal, dan transparansi kayu. Oleh karena itu, kebutuhan untuk beralih menggunakan kayu bersertifikat dan dipanen secara berkelanjutan tidak hanya memenuhi peraturan ketat untuk produk ekspor, tetapi juga merupakan langkah penting untuk mengikuti tren pasar global.
Komentar (0)