Kedua negara mempunyai visi yang sama.
Dalam wawancara dengan Thanh Nien , saat menyinggung kunjungan Presiden AS Joe Biden yang akan datang, Presiden dan CEO Dewan Bisnis AS-ASEAN (USABC), mantan Duta Besar AS untuk Vietnam Ted Osius, mengatakan ia sangat gembira atas terlaksananya kunjungan tersebut, dan sekaligus meyakini bahwa ini merupakan tonggak sejarah, yang juga dapat menciptakan momentum yang memungkinkan kedua negara membawa hubungan bilateral ke tingkat yang baru.
Presiden dan CEO Dewan Bisnis AS-ASEAN, mantan Duta Besar AS untuk Vietnam Ted Osius
Bapak Ted menyampaikan bahwa selama 30 tahun bertugas di Vietnam, beliau telah menyaksikan banyak perubahan luar biasa di Vietnam. Namun, tak satu pun dari perubahan tersebut dapat menandingi peningkatan pesat dan menyeluruh hubungan bilateral kedua negara yang telah terjadi selama dekade terakhir. Kedua negara telah memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik , keamanan, pertukaran antarmasyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, iklim, energi, pendidikan, dan sebagainya.
"Kita telah beralih dari kerja sama bilateral ke kerja sama regional dan global, dalam isu-isu besar dan penting. Saya yakin kita adalah mitra yang memiliki visi yang sama tentang Indo- Pasifik yang terbuka, terhubung, sejahtera, dan damai," tegas mantan Duta Besar AS untuk Vietnam tersebut.
Sebagai Presiden USABC, Bapak Ted menyampaikan bahwa tahun 2022 adalah tahun yang luar biasa, terutama jika melihat kembali hubungan ekonomi yang sangat moderat hingga beberapa tahun terakhir. Saat ini, AS merupakan pasar ekspor terbesar untuk barang, tekstil, alas kaki, dan elektronik Vietnam, dengan total omzet perdagangan dua arah sebesar 138 miliar dolar AS tahun lalu. Angka ini merupakan peningkatan eksponensial, dengan perusahaan-perusahaan AS berinvestasi lebih dari 11 miliar dolar AS di Vietnam pada tahun 2022.
"Vietnam kini menjadi mitra dagang terbesar ke-8 Amerika Serikat. Dan kini kami tengah bekerja sama dalam kerangka ekonomi Indo-Pasifik," tegas Bapak Ted.
Keyakinan Tinggi terhadap Pertumbuhan di Vietnam
Awal tahun ini, delegasi lebih dari 50 perusahaan Amerika, termasuk Meta, SpaceX, dan Netflix, mengunjungi Vietnam, menandai misi bisnis terbesar ke Vietnam dalam sejarah USABC. Menurut Bapak Ted Osius, banyaknya perusahaan yang berpartisipasi dalam misi bisnis USABC menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek pertumbuhan Vietnam dan kepemimpinan Pemerintah Vietnam, terlepas dari kesulitan yang diperkirakan akan dihadapi ekonomi global tahun ini.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengambil foto kenang-kenangan bersama delegasi bisnis Dewan Bisnis AS-ASEAN.
"Kami melihat tren kuat yang berkelanjutan dalam perluasan pusat manufaktur global di Vietnam seiring dengan pertumbuhan rantai pasokan untuk semikonduktor, barang konsumsi cepat, mainan, furnitur, pertanian pangan, ekonomi digital, ekonomi kreatif, jasa keuangan dan perbankan, serta layanan kesehatan," ujar Ted.
Sektor kedirgantaraan juga telah melihat kembali minat dari kedua belah pihak terhadap kemitraan AS-Vietnam. Presiden USABC mengatakan bahwa negosiasi antara industri AS dan mitra Vietnam semakin sering berlangsung, dan meskipun perkembangan ini menggembirakan, masih banyak yang harus dilakukan agar kedua belah pihak dapat memahami proses masing-masing.
Selain itu, investasi perusahaan Vietnam di AS merupakan tren baru. Oleh karena itu, Vinfast telah menerima banyak perhatian. Namun, ada juga banyak perusahaan lain, seperti Sovico, yang merupakan pelanggan besar perusahaan AS, Vietjet telah membeli banyak pesawat dari Boeing, dan Vietnam Airlines juga sedang mempertimbangkannya.
"Saya pikir jika kita melihat gambaran besarnya, perdagangan dan investasi dua arah akan terus berkembang dan tumbuh. Kita melihat percepatan yang signifikan dalam hubungan ini, semua tren ini memastikan pertumbuhan yang luar biasa dalam perdagangan dan investasi dua arah dalam 10 tahun ke depan dan memastikan peningkatan kemitraan ke tingkat yang baru," tegas Bapak Ted.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)