
Banyak penonton telah menyatakan keinginan agar teater anak-anak memiliki lebih banyak program sepanjang tahun, alih-alih hanya berfokus pada musim panas. Wartawan dari Surat Kabar dan Radio & Televisi Hai Phong berdiskusi dengan Ibu Nguyen Thi Thu Thuy, Direktur Teater Tradisional Hai Phong, unit utama yang mementaskan drama untuk anak-anak usia sekolah, khususnya dalam genre wayang.
- Menyusul kesuksesan "The Swan Flock," bagaimana Anda menilai selera artistik penonton muda saat ini?

Keberhasilan pertunjukan ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki kebutuhan yang besar dan beragam akan kenikmatan artistik. Mereka tidak hanya ingin melihat cerita yang memikat, tetapi juga membutuhkan ruang artistik yang dirancang dengan baik, kaya akan emosi, dan sesuai usia. Ketika dihadapkan pada karya-karya berkualitas, mereka menunjukkan antusiasme dan merespons dengan sangat positif. Ini membuktikan bahwa teater anak-anak seharusnya tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga membutuhkan investasi serius dalam konten, estetika, dan pesan pendidikan . Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan menjadikan seni sebagai bagian yang familiar dari masa kanak-kanak anak-anak.
- Sebagai kekuatan utama dalam dunia teater anak-anak di Hai Phong, kegiatan penting apa saja yang telah dilakukan oleh Teater Tradisional untuk mendekatkan seni kepada penonton muda?
- Kami selalu menganggap membawa seni kepada anak-anak sebagai misi utama, dan juga sebagai cara untuk menerapkan kebijakan penguatan pendidikan budaya dan seni di sekolah, membantu siswa berkembang secara komprehensif. Selain mementaskan drama seperti "Kawanan Angsa," teater ini juga menyelenggarakan banyak pertunjukan keliling dengan drama seperti "Petualangan Jangkrik," "Kisah Kapak," "Katak Hijau," dll., langsung di sekolah, pusat kebudayaan, dan kawasan permukiman, sehingga anak-anak dapat mengakses seni di lingkungan yang familiar.
Setelah pertunjukan, anak-anak juga berkesempatan untuk mengobrol dengan para seniman, menjelajahi area belakang panggung, dan bahkan mencoba bermain peran di beberapa segmen. Berkat ini, setiap pertunjukan bukan hanya hiburan tetapi menjadi pengalaman pendidikan yang kreatif. Aktivitas ini juga berkontribusi pada perwujudan proyek "Hai Phong - Kota Musik ", membangun kehidupan budaya yang kaya bagi anak-anak dan menumbuhkan kecintaan pada seni sejak usia dini.

- Seni pertunjukan boneka merupakan salah satu kekuatan teater ini. Apa rencana Anda untuk mempertahankan daya tarik bentuk seni ini sepanjang tahun, bukan hanya di musim panas?
- Teater Panggung Tradisional Hai Phong didirikan pada tanggal 1 Maret 2025, berdasarkan penggabungan tiga kelompok seni tradisional yang telah lama berdiri di kota tersebut, di mana seni wayang merupakan yang paling mudah diakses oleh anak-anak karena sifatnya yang polos, visual, dan mudah dipahami.
Untuk mempertahankan daya tarik kami, kami berfokus pada dua pendekatan. Pertama, menciptakan naskah baru yang mencerminkan kehidupan kontemporer, menggabungkan nilai-nilai seperti keterampilan hidup, cinta tanah air, dan kesadaran lingkungan. Kedua, berinovasi dalam format pertunjukan: menggabungkan seni wayang dengan musik dan pencahayaan modern, serta menciptakan interaksi langsung dengan penonton.
Selain itu, teater ini juga menyelenggarakan program bulanan secara rutin, alih-alih memusatkannya di musim panas. Kami ingin pertunjukan boneka menjadi lebih dari sekadar kenangan musim panas; kami ingin pertunjukan boneka menjadi teman dalam perjalanan pertumbuhan anak-anak.

- Selain pertunjukan wayang, bagaimana rencana teater ini untuk menggabungkan opera tradisional Vietnam (chèo dan cải lương) agar sesuai dengan penonton muda?
- Kami sangat berkomitmen untuk mendekatkan bentuk-bentuk seni tradisional kepada anak-anak. Meskipun seni wayang merupakan kekuatan yang sudah dikenal, Cheo dan Cai Luong (opera tradisional Vietnam) membuka ruang artistik yang kaya, penuh nilai pendidikan dan emosional bagi anak-anak. Kami akan memilih cerita yang familiar dan mudah dipahami, menyuntingnya secara ringkas, dan mementaskannya sesuai dengan rentang perhatian anak-anak. Sebelum pertunjukan, teater juga menyelenggarakan sesi interaktif dan memperkenalkan melodi Cheo dan Cai Luong untuk membantu anak-anak mengenal ritme dan gaya nyanyian tradisional. Hasilnya, seni rakyat tidak lagi asing tetapi secara bertahap menjadi bagian dari kehidupan budaya anak-anak di Hai Phong.
- Kesulitan apa saja yang dihadapi teater saat mementaskan drama untuk anak-anak?
- Sama seperti teater dan organisasi seni lainnya, ketika mementaskan drama untuk anak-anak, kami menghadapi kesulitan di ketiga bidang: naskah, personel, dan pendanaan. Saat ini tidak banyak naskah berkualitas untuk anak-anak, sementara anak-anak adalah penonton yang sangat selektif – jika ceritanya tidak menarik, mereka akan mudah kehilangan minat. Ada juga kekurangan personel kreatif khusus untuk teater anak-anak, yang mengharuskan seniman memiliki keahlian dan pemahaman mendalam tentang psikologi anak-anak. Untuk mementaskan drama berkualitas dengan latar, kostum, dan musik yang semarak, biayanya cukup besar, terutama untuk drama modern yang banyak menggunakan teknologi.
Untuk mengatasi hal ini, teater tersebut memesan karya tulis baru, mendorong seniman muda untuk mencoba tema-tema anak-anak, dan mengundang para ahli psikologi dan pendidikan untuk memberikan saran. Mengenai pendanaan, selain anggaran, kami mempromosikan mobilisasi sosial untuk membawa seni ke sekolah secara teratur dan berkelanjutan.

Foto: PHAM HUY
- Bagaimana program keliling di sekolah dan kawasan perumahan akan diperluas, Bu?
- Hasilnya sangat jelas. Jumlah siswa yang mengakses teater meningkat secara signifikan, dan banyak yang menyaksikan pertunjukan langsung untuk pertama kalinya, sehingga mereka sangat antusias. Guru dan orang tua juga sangat menghargainya, karena teater tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan, membantu mengembangkan keterampilan hidup dan estetika artistik.
Berdasarkan hasil ini, teater akan memperluas model tur mereka baik dalam skala maupun frekuensi. Kami akan bekerja lebih erat dengan sektor pendidikan untuk menjadikan pertunjukan sebagai kegiatan ekstrakurikuler reguler, dan mengembangkan paket program tematik untuk berbagai kelompok usia dan festival sepanjang tahun, sehingga anak-anak selalu memiliki pengalaman baru.
Ini juga merupakan cara konkret untuk mengimplementasikan proyek "Hai Phong - Kota Musik", menumbuhkan kebiasaan mengapresiasi seni sejak usia dini, dan membangun teater anak-anak menjadi tempat pertemuan budaya yang akrab dan akan terkait erat dengan generasi penonton di masa mendatang.
Terima kasih banyak, Bu!
TREM HUYENSumber: https://baohaiphong.vn/doi-moi-de-san-khau-thieu-nhi-luon-soi-dong-521020.html






Komentar (0)