Penemuan baru lapisan anti lengket adalah langkah maju dalam perlombaan untuk menggantikan Teflon, lebih aman bagi kesehatan manusia - Ilustrasi foto
PFAS adalah sekelompok bahan kimia sintetis yang tahan air dan minyak, dan umumnya digunakan dalam wajan antilengket, kain tahan air, kemasan makanan, dan kosmetik. Namun, bahan kimia ini sulit terurai di alam dan dapat terakumulasi dalam tubuh manusia, sehingga menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Banyak negara kini telah membatasi atau melarang penggunaan bahan kimia perpetual ini karena risikonya.
Menurut Science Daily , tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Kevin Golovin telah mengembangkan bahan antilengket canggih, menggunakan bahan dasar minyak silikon (polydimethylsiloxane - PDMS), suatu zat yang telah terbukti aman dalam pengobatan.
PDMS secara alami mampu menolak air dengan baik, tetapi tidak efektif terhadap minyak. Untuk mengatasi kelemahan ini, tim peneliti menciptakan teknik kimia baru yang disebut "nano-feathering". Dengan cara ini, rantai pendek molekul silikon terikat pada permukaan material dalam bentuk yang mirip dengan bulu sikat mikroskopis.
Keistimewaannya adalah ujung setiap serat silikon terikat dengan molekul PFAS yang sangat pendek, yang hanya terdiri dari satu atom karbon dan tiga atom fluor. Struktur khusus ini membantu permukaan material menolak air dan minyak secara efektif tanpa memerlukan bentuk PFAS rantai panjang yang beracun.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa material baru tersebut mencapai ketahanan minyak level 6 menurut standar Asosiasi Ahli Kimia Tekstil dan Pewarna Amerika (AATCC), setara dengan banyak pelapis PFAS umum di pasaran.
Meskipun masih menggunakan PFAS, tim peneliti menegaskan bahwa PFAS ultra-pendek ini tidak terakumulasi secara beracun seperti bentuk PFAS tradisional, sehingga meminimalkan risiko bagi tubuh manusia dan lingkungan.
"Kami belum menciptakan bahan antilengket yang sepenuhnya bebas PFAS. Namun, ini merupakan langkah maju yang besar, yang membawa industri lebih dekat ke tujuan tersebut," tegas Profesor Golovin.
Tim peneliti berharap bahwa penemuan ini akan segera diterapkan dalam produksi panci antilengket, kemasan dan banyak produk konsumen, membuka arah yang lebih berkelanjutan untuk teknologi material antilengket.
Sumber: https://tuoitre.vn/dot-pha-vat-lieu-chong-dinh-xin-hon-teflon-an-toan-voi-nguoi-20250728105400627.htm
Komentar (0)