Direktur Dinas Kependudukan Le Thanh Dung mengatakan bahwa upaya kependudukan pada tahun 2024 telah mencapai beberapa hasil yang menggembirakan. Di antaranya, berkas usulan penyusunan Undang-Undang Kependudukan telah selesai dan akan dilaporkan kepada Pemerintah untuk dipertimbangkan dan dimasukkan dalam program penyusunan Undang-Undang tahun 2025.
Namun, menurut laporan ringkasan dari berbagai daerah, pekerjaan kependudukan baru mencapai 1/3 dari target yang ditetapkan. Artinya, harapan hidup rata-rata riil adalah 74,5 tahun, melebihi target yang direncanakan (73,8 tahun); 2 target terkait rasio jenis kelamin bayi baru lahir dan tingkat kesuburan total belum tercapai.
Target profesional baru baru menyelesaikan 1/8 dari target tersebut, yang merupakan jumlah total pengguna baru metode kontrasepsi modern.
Terlihat bahwa tahun 2024 merupakan tahun pertama pelaksanaan program kependudukan sesuai model Dinas Kependudukan Pusat. Saat ini, program kependudukan menghadapi sejumlah permasalahan yang muncul: angka kelahiran telah menurun di bawah tingkat penggantian selama 3 tahun berturut-turut dan diperkirakan akan terus menurun di masa mendatang jika tidak ada langkah dan solusi yang tepat.
Meskipun telah dilakukan berbagai intervensi, rasio jenis kelamin tetap tinggi dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan; belum ada solusi yang komprehensif, efektif, dan sinkron untuk beradaptasi dengan penuaan populasi. Angka harapan hidup rata-rata memang tinggi, tetapi jumlah tahun sehat rendah.
Agar tercapai efisiensi yang tinggi dalam penyelenggaraan kependudukan pada tahun 2025, Dinas Kependudukan menganjurkan agar Dinas Kependudukan provinsi dan kabupaten/kota melaksanakan sasaran menjaga dengan mantap tingkat kelahiran pengganti; meminimalisir ketimpangan gender saat kelahiran; menjaga kesehatan penduduk usia lanjut, dengan fokus pada penyelesaian masalah kependudukan yang menyeluruh dan sinkron, baik jumlah, struktur, maupun kualitasnya.
Menurut Departemen Kependudukan, pada tahun 2025, pekerjaan kependudukan menetapkan target harapan hidup rata-rata (sejak lahir) sebesar 74,6 tahun; rasio jenis kelamin anak yang baru lahir sebesar 111 laki-laki/100 perempuan; tingkat kesuburan total sebesar 2,1 anak/wanita.
Pada tahun 2025, Vietnam berupaya mengurangi rasio jenis kelamin saat lahir sebesar 0,2 poin persentase dibandingkan dengan tahun 2024; menyesuaikan angka kelahiran (0,3‰ dibandingkan dengan tahun 2024. Lebih dari 5 juta orang baru akan menggunakan metode kontrasepsi modern pada tahun 2025. 50% wanita hamil akan diskrining (skrining prenatal) untuk 4 penyakit (Down, Edward, Patau, Thalassemia).
70% bayi baru lahir menjalani skrining (skrining bayi baru lahir), dengan kelima penyakit (hipotiroidisme kongenital, defisiensi G6PD, hiperplasia adrenal kongenital, gangguan pendengaran kongenital, penyakit jantung kongenital). Angka pria dan wanita muda yang menerima konsultasi dan pemeriksaan kesehatan pranikah meningkat sebesar 8% dibandingkan tahun 2024. Angka lansia yang menerima pemeriksaan kesehatan berkala minimal setahun sekali meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun 2024.
Agar upaya kependudukan dapat secara bertahap menemukan solusi yang drastis untuk tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya, Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Thi Lien Huong meminta Departemen Kependudukan untuk memfokuskan seluruh sumber daya pada perbaikan kelembagaan. Khususnya, penyelesaian rancangan Undang-Undang Kependudukan untuk diajukan kepada Majelis Nasional pada sidang ke-10 (2025) guna menerapkan Resolusi 21-NQ/TW.
Bersamaan dengan itu, Departemen Kependudukan secara proaktif mengembangkan 3 proyek yang ditugaskan melalui Resolusi No. 68 NQ/CP tertanggal 9 Mei 2024 dari Pemerintah untuk diajukan kepada otoritas yang berwenang. Unit ini melakukan penilaian hasil pelaksanaan Strategi Kependudukan Vietnam selama 5 tahun; meninjau dan merangkum program dan proyek kependudukan yang disetujui oleh Perdana Menteri untuk mengusulkan penyesuaian dan implementasi pada periode 2026-2030.
Pada saat yang sama, Departemen Kependudukan berkoordinasi dengan instansi/unit terkait dalam mengalokasikan sumber daya untuk pekerjaan kependudukan guna memastikan pelaksanaan 12 program dan proyek kependudukan yang disetujui oleh Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan.
Di samping itu, Dinas Kependudukan perlu segera menyelesaikan rancangan pedoman pelaksanaan kerja kependudukan tahun 2025 dan mengirimkannya ke daerah; dengan fokus mengarahkan, membimbing, dan mendesak provinsi/kota untuk mengerahkan sumber daya serta keahlian profesional di bidang kependudukan guna melaksanakan sasaran kependudukan secara efektif sesuai dengan rencana yang ditetapkan tahun 2025 dan periode 2021-2025.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/du-bao-muc-sinh-tiep-tuc-giam-trong-nam-toi.html
Komentar (0)