Parlemen Eropa (EP) pada tanggal 26 November meloloskan resolusi arahan, yang mengusulkan penerapan usia minimum default 16 tahun bagi pengguna platform jejaring sosial.
Proposal tersebut bertujuan untuk membangun lingkungan daring yang aman, sehat, dan sesuai usia bagi anak-anak dalam konteks teknologi digital yang berkembang pesat.
Berdasarkan rancangan resolusi yang diterbitkan pada bulan Oktober, badan legislatif Eropa mengusulkan penetapan ambang batas usia digital yang seragam di seluruh Uni Eropa (UE). Khususnya, pengguna di bawah usia 16 tahun tidak akan diizinkan mengakses platform jejaring sosial daring, kecuali mereka memiliki izin yang sah dari orang tua atau wali.
Parlemen meyakini bahwa penetapan batasan usia umum dapat membantu mengurangi risiko anak-anak terpapar konten yang tidak pantas, sekaligus membatasi pengumpulan data pada pengguna di bawah umur.
Selain batasan usia 16 tahun, resolusi tersebut juga menekankan perlunya menetapkan batas usia minimum 13 tahun untuk mengakses platform media sosial dan layanan berbagi video . Batas usia ini juga diusulkan untuk diterapkan pada layanan "pendamping AI", yaitu sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk berinteraksi secara personal dengan pengguna.
Pengenalan dua tingkat usia bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak yang lebih muda tidak memiliki akses awal ke lingkungan daring yang kompleks, sekaligus menyediakan dasar bagi negara-negara anggota untuk mengembangkan tindakan pengelolaan yang tepat.
Meskipun mendapat perhatian luas, resolusi Parlemen Eropa tidak mengikat secara hukum dan tidak mewajibkan negara-negara anggota. Resolusi ini dianggap sebagai dokumen berorientasi kebijakan, yang bertujuan untuk mendorong diskusi dan membentuk kerangka hukum untuk dunia maya di masa mendatang.
Menyepakati usia minimum merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan perlindungan anak di bawah umur terhadap konten berbahaya, perilaku daring negatif, dan risiko terkait data pribadi, kata parlemen.
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas media sosial dan platform interaktif daring telah menciptakan banyak tantangan manajemen, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Pihak berwenang Eropa percaya bahwa perlu adanya tindakan pengendalian yang tepat dan pada saat yang sama mendorong tanggung jawab dari bisnis teknologi dalam melindungi kepentingan kelompok subjek ini.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/ep-thong-qua-nghi-quyet-quy-dinh-toi-thieu-16-tuoi-moi-duoc-dung-mang-xa-hoi-post1079526.vnp






Komentar (0)