Dalam konferensi pers pada 15 Juni, Thierry Breton, Komisioner Pasar Internal Uni Eropa, mengatakan bahwa ia akan mewajibkan operator jaringan untuk memberi tahu pemasok agar tidak menggunakan produk Huawei dan ZTE. Hal ini berlaku untuk kontrak lama maupun baru. Komisi akan merekomendasikan agar Parlemen dan Dewan Eropa menindaklanjuti hal ini.
Pada tahun 2020, Brussels merekomendasikan agar 27 negara anggota menghapus pemasok "berisiko tinggi" dari jaringan mereka. Namun, tiga tahun kemudian, kemajuannya lambat, sehingga Komisi memutuskan untuk menyebutkan dua pemasok 5G terbesar Tiongkok, Huawei dan ZTE. Sekitar 10 dari 27 negara Uni Eropa membatasi barang dan jasa dari kedua perusahaan ini.
Breton mengatakan penundaan tersebut menimbulkan risiko keamanan yang besar, menyebabkan kerentanan serius. Laporan Uni Eropa menyatakan bahwa "pengecualian Huawei dan ZTE dari jaringan 5G dapat dibenarkan" . Berdasarkan berbagai informasi yang tersedia, Komisi menyimpulkan bahwa Huawei dan ZTE menimbulkan risiko yang signifikan dibandingkan dengan penyedia 5G lainnya, demikian menurut laporan tersebut. Uni Eropa merekomendasikan agar negara-negara anggota "segera memberlakukan pembatasan terhadap pemasok berisiko tinggi".
Namun, hal itu bukanlah tugas yang mudah mengingat skala investasi pemerintah Eropa dalam perangkat keras kedua perusahaan Tiongkok tersebut. Di Siprus, 100% jaringan 5G dipasok oleh perusahaan-perusahaan Beijing, menurut sebuah studi tahun 2022 oleh Strand Consult. Di Rumania dan Belanda, proporsinya masing-masing adalah 76% dan 72%.
Brussels semakin skeptis terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Februari, Uni Eropa memutuskan untuk melarang karyawan menggunakan TikTok, aplikasi milik ByteDance, di perangkat kerja. Keputusan ini sangat mirip dengan pendekatan Amerika Serikat, yang telah bertahun-tahun berupaya melarang Huawei dan ZTE dari jaringannya.
Minggu depan, UE akan meluncurkan strategi keamanan ekonomi baru, yang menetapkan rencana untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok untuk sumber daya utama dan mencegah teknologi UE jatuh ke tangan Tiongkok karena masalah keamanan nasional.
Menurut Tn. Breton, UE tidak dapat mempertahankan ketergantungan di bidang-bidang penting seperti energi atau 5G, yang nantinya akan menjadi senjata melawan kepentingan blok tersebut.
(Menurut SCMP)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)