Meski sudah berusaha sekuat tenaga, Kevin De Bruyne masih belum mampu membawa tim Belgialolos ke babak 16 besar EURO 2024 dan berpotensi mengakhiri karier internasionalnya.
Kevin De Bruyne gagal membangkitkan kembali tim yang telah melewati masa keemasannya. Foto: AFP Usai pertandingan melawan Ukraina di babak penyisihan grup, Kevin De Bruyne geram dengan reaksi negatif dari banyak pendukung tuan rumah. Bintang Man City itu tidak meminta rekan-rekan setimnya untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada para penggemar karena ia jelas menyadari bahwa hal itu justru akan berdampak sebaliknya. Para pendukung Belgia di tribun penonton merasa kecewa dengan penampilan Domenico Tedesco dan anak-anak asuhnya. Mereka tahu bahwa sang ahli strategi memiliki banyak pemain hebat di tangannya, tetapi selama bertahun-tahun, "Setan Merah" tidak pernah meraih kesuksesan, khususnya gelar juara resmi. Generasi emas tim Belgia tidak lagi memiliki pemain seperti Vincent Kompany, Eden Hazard, atau Dries Mertens. Meskipun mereka telah berkali-kali berada di puncak peringkat FIFA, prestasi mereka di turnamen-turnamen besar baru mencapai puncaknya, yaitu peringkat ke-3 di Piala Dunia 2018. Tim Belgia meninggalkan turnamen dengan rasa malu karena ditolak oleh penggemar mereka sendiri. Foto: Federasi Sepak Bola Belgia Menjelang EURO 2024, Tedesco diharapkan membawa angin segar bagi tim Belgia setelah 13 pertandingan tak terkalahkan sejak ia mengambil alih. Selain itu, turnamen ini juga bisa menjadi terakhir kalinya para penggemar melihat De Bruyne atau Lukaku mengenakan seragam tim nasional. Namun, segalanya tidak berjalan mulus. Di babak penyisihan grup, Belgia kalah dari Slovakia di laga pembuka. Setelah itu, mereka meraih kemenangan telak atas Rumania dan hasil imbang yang mengecewakan melawan Ukraina. Ciri khas "Setan Merah" yang paling berkesan adalah citra De Bruyne dan rekan-rekannya yang dicemooh oleh para penggemar karena sikap bermain mereka yang lemah. Bintang-bintang top Belgia seperti De Bruyne ingin terus berkontribusi untuk meraih gelar juara. Namun, gelandang ini akan berusia 34 tahun saat Piala Dunia 2026 berlangsung dan akan sulit untuk mempertahankan performanya saat ini. Jadi, jika De Bruyne tidak ada lagi, siapa yang akan membawa "Setan Merah" di tahun-tahun mendatang? Generasi emas tim nasional Belgia terus-menerus gagal di turnamen-turnamen besar. Foto: AFP Romelu Lukaku berusia 31 tahun dan tidak pernah dianggap sebagai sosok yang mampu membawa tim. Kemampuan penyelesaian akhir Lukaku yang selalu labil membuatnya terkadang menjadi beban alih-alih menjadi pembawa. Biasanya, dalam pertandingan melawan Prancis, penyerang Chelsea ini hanya menyentuh bola 20 kali, melakukan 7 operan, 1 tembakan, indeks gol harapan 0,03, dan kehilangan bola 12 kali. Belgia tidak mencetak gol dalam 3/4 pertandingan di turnamen ini dan Lukaku harus bertanggung jawab atas ketidakberuntungannya. Sedangkan untuk pemain lain, Belgia juga tidak memiliki banyak bintang yang bisa diandalkan seperti sebelumnya. Leandro Trossard dicoret dari pertandingan melawan Prancis karena tidak memberikan banyak kesan dalam pertandingan melawan Ukraina. Youri Tielemans juga tereliminasi. Atau seperti Amadou Onana, gelandang ini tidak menunjukkan kepercayaan diri saat ia menggoda Kylian Mbappe sebelum pertandingan. Bagi Jeremy Doku, bintang berusia 22 tahun itu masih membutuhkan banyak waktu untuk berkembang. Bahkan di hari yang sulit, Kevin De Bruyne adalah orang yang meninggalkan jejak paling kuat. Sang maestro Belgia masih menunjukkan umpan-umpan tajam, menguasai lini tengah, dan menjadi pemimpin spiritual tim. Namun, ia tidak mampu membantu timnya melaju lebih jauh. Kini, yang paling menyedihkan mungkin adalah bintang berusia 32 tahun itu telah kehabisan kesempatan untuk mengubah keadaan.
Komentar (0)