(Dan Tri) - Ibu Nguyen Minh Phuong, seorang guru sekolah dasar di Quang Ninh , mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk belajar mendapatkan sertifikat keterampilan hidup untuk mengajar di pusat tersebut.
Ibu Nguyen Minh Phuong telah menjadi guru yang baik selama bertahun-tahun, dengan 18 tahun pengalaman. Sebelum Tahun Baru Imlek 2025, Ibu Phuong diundang dua kali untuk mengajar keterampilan hidup di sebuah pusat pelatihan dekat rumahnya.
Pertama kali ia menolak, kedua kalinya ia mengatakan akan mempertimbangkannya. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Ibu Phuong berencana untuk menghubungi pusat tersebut lagi untuk menyetujui kerja sama tersebut.
"Saya juga mencoba mencari beberapa kursus sertifikasi keterampilan hidup untuk mempersiapkan pekerjaan baru saya. Sejak mencari online, halaman pribadi saya dibanjiri pesan spam yang mengiklankan kursus tersebut," ungkap Ibu Phuong.
Di forum-forum guru, iklan layanan sertifikasi keterampilan hidup dan layanan konsultasi pendaftaran usaha terus bermunculan di kolom komentar. Ibu Phuong mengatakan bahwa kedua hal ini merupakan arah bagi guru sekolah dasar di daerah pedesaan pasca-SE 29.
Di Hanoi, terdapat banyak pusat bimbingan belajar, pusat ekstrakurikuler, dan sekolah swasta yang dapat dipilih oleh para guru. Sedangkan bagi guru di pedesaan, jika mereka ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanfaatkan keahlian mereka sendiri, satu-satunya cara adalah dengan mendaftarkan usaha atau mengajar keterampilan hidup di tingkat dasar," jelas Ibu Phuong.
Tuan Nguyen Trung Kien, seorang guru matematika di sebuah sekolah swasta di Hanoi, sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pekerjaannya untuk membuka pusat bimbingan belajar yang "sah".
Guru bekerja sebagai pengawas ujian kelas 10 di Hanoi (Foto: Manh Quan).
Guru negeri maupun swasta semuanya diatur oleh peraturan untuk tidak memberikan pelajaran tambahan berbayar kepada siswa reguler. Jika Anda masih mengajar di sekolah, hal ini sangat sulit dihindari. Demi menjaga nama baik saya, saya pikir berhenti adalah jalan terbaik.
"Selain itu, jika saya bisa membuka pusat dengan dokumen yang memadai, saya juga bisa mendukung rekan-rekan saya, sehingga mereka bisa tetap bertahan hidup dari profesinya dan tidak menyia-nyiakan kecerdasannya," ungkap Bapak Kien.
Menurut pengacara Hoang Van Liem dari Kantor Hukum Internasional L&P, Surat Edaran 29 menetapkan bahwa organisasi dan individu yang menyediakan bimbingan belajar privat wajib mendaftarkan usahanya. Namun, guru yang berstatus pegawai negeri sipil tidak diperbolehkan mendirikan dan mengelola usaha sesuai ketentuan Undang-Undang Perusahaan. Mereka hanya dapat mendaftar sebagai badan usaha perseorangan.
"Prosedur pendaftaran badan usaha perseorangan cukup sederhana. Guru dapat mempelajari prosedurnya melalui portal layanan publik nasional, kemudian mengajukan permohonan secara langsung atau daring ke badan pendaftaran usaha tingkat kabupaten," ujar pengacara Liem.
Namun, kata Liem, Surat Edaran 29 tersebut belum jelas mengatur apakah guru sekolah negeri boleh mendaftar usaha atau tidak.
“Pasal 4 Surat Edaran Nomor 29 mengatur hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tambahan dan kegiatan belajar mengajar tambahan, yang secara tegas disebutkan pada poin 3: “Guru pada sekolah negeri tidak diperbolehkan ikut serta dalam pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tambahan di luar sekolah, tetapi dapat ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar tambahan di luar sekolah”.
Berdasarkan peraturan ini, guru negeri tidak diperbolehkan mendaftar sebagai pemilik bisnis perorangan untuk mengajar kelas tambahan tetapi hanya dapat mengajar kelas tambahan dengan bekerja di pusat.
Saya pikir perlu ada instruksi yang lebih rinci dan spesifik untuk memperjelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan guru dalam pengajaran dan pembelajaran tambahan," kata pengacara Liem.
(*) Nama guru telah diubah.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/giao-vien-xoay-sang-hoc-ky-nang-song-tinh-nghi-viec-de-tap-trung-day-them-20250211143905768.htm
Komentar (0)