Cuaca dingin adalah saatnya untuk desain berlapis, memadukan wol tenun, kulit, dan mantel tebal. Sorotan tahun ini terletak pada perpaduan warna cokelat tua, hitam dan putih yang elegan, serta detail kotak-kotak, horizontal, atau kotak-kotak, menciptakan harmoni yang klasik sekaligus baru.


Di seluruh dunia , banyak bintang juga gencar mempromosikan gaya ini. Rosé, anggota Blackpink, kerap tampil mengenakan sweter dengan rok atau celana jin gelap.
Di momen lain saat berjalan bersama Jennie, pelantun On The Ground ini memilih gaya jalanan yang dinamis dengan crop top hitam yang dipadukan dengan kardigan bermotif putih, celana panjang gelap, dan kacamata hitam besar. Kombinasi busana yang simpel namun elegan ini menghadirkan tampilan yang bebas dan praktis, sekaligus mempertahankan kerapian khasnya.


Aktris Diana Silvers memilih mantel pendek berwarna krem dengan tas tangan besar dan sepatu kets merah muda. Perpaduan bentuk klasik dan detail unik menciptakan tampilan keseluruhan yang elegan sekaligus awet muda.
Sementara itu, model Xiao Wen Ju menarik perhatian dengan sweter bergaris merah-biru yang dibalut kaus putih. Sorotan utama datang dari tas Marc Jacobs berwarna krem dengan rantai logam dan gesper dekoratif, yang membantu busana ini memancarkan tampilan modern dan playful namun tetap elegan.
Di Vietnam, musim mode Musim Gugur - Musim Dingin 2025 menjadi semarak ketika banyak wajah muda muncul dengan serangkaian pakaian unik, yang dengan jelas mengekspresikan gaya pribadi mereka.


Penyanyi JSOL memilih tampilan cerdas dengan sweter kotak-kotak dan celana jin, dipadukan dengan aksesori cokelat. Perpaduan fitur klasik dan modern menjadikannya sorotan utama malam itu.


Berbeda dengan gaya yang rumit, penyanyi CongB memilih gaya yang simpel: sweter bergaris, celana jin, dan tas jinjing. Kesederhanaan inilah yang menciptakan kecanggihan, cocok bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan namun tetap rapi.


Stylist Pham Bao Luan menunjukkan ketajamannya saat mengenakan sweter bergaris - tren yang terinspirasi pelaut - dipadukan dengan celana jins pendek khas Gen Z (mereka yang lahir antara tahun 1997-2012).
Untuk melengkapi penampilannya, Pham Bao Luan juga menambahkan kalung besar, tas tangan beludru cokelat, dan gantungan kunci besar. Tren ini diprediksi akan menjadi sorotan utama musim gugur-dingin mendatang.


Sementara itu, The Thien dan An Truong menghadirkan nuansa intelektual melalui gaya "kutu buku modern" dengan kacamata berbingkai besar yang dipadukan dengan mantel berlapis. Keduanya memilih warna gelap sebagai warna utama. Ini merupakan saran bagi mereka yang ingin menyegarkan penampilan namun tetap mempertahankan kesan dewasa.


Stu memilih kemeja hitam bermotif bunga putih yang serasi dengan pakaian luarnya, dipadukan dengan kacamata berbingkai besar dan kalung perak. Tas kulit burgundy berukuran besar menjadi sorotan utama, menghadirkan tampilan keseluruhan yang elegan sekaligus klasik.
Saat keluar, Stu memancarkan kesan dinamis dan nyaman. Ia mengenakan kaus abu-abu dengan celana jins yang digulung dan sepatu kets tinggi. Topi bisbol terbalik dan tas jinjing hitamnya semakin menonjolkan jiwanya yang cerdas dan bebas.
Selain mengikuti tren, tren tahun ini juga mengutamakan kepraktisan dan kenyamanan. Entah itu sweter bergaris, kardigan warna-warni, atau tas jinjing serbaguna, semuanya menjadi "alat" bagi pemakainya untuk mengekspresikan diri.
Foto : Instagram Karakter
Sumber: https://dantri.com.vn/giai-tri/gioi-tre-phoi-do-sanh-dieu-voi-ao-len-chao-don-mua-thu-dong-sap-toi-20250825172604108.htm
Komentar (0)