Bapak Nguyen Van Quy (Kelurahan Tam Hiep, Provinsi Dong Nai ) bercerita: “Begitu saya naik bus, begitu saya masuk, saya melihat penumpang lain menyalakan ponsel mereka untuk menonton film, tertawa, dan berbicara dengan keras. Sopir atau petugas mengingatkan mereka, tetapi tidak semua orang menurutinya.” Sementara itu, Ibu Hong Hanh (yang tinggal di Kelurahan Tam Hiep, Provinsi Dong Nai) berkata: “Duduk menunggu giliran bertemu dokter dan terus-menerus mendengarkan orang lain berbicara di telepon melalui pengeras suara sangat melelahkan. Setiap orang punya urusan masing-masing, tetapi kita harus lebih berempati.”
Menurut sosiolog, perilaku yang tampaknya sepele ini mencerminkan budaya perilaku publik. Masyarakat yang beradab menuntut setiap individu untuk mengetahui cara menyesuaikan perilaku mereka, termasuk menggunakan telepon dengan benar, sesuai dengan ruang publik.
Untuk mengatasi situasi ini, pertama-tama, perlu meningkatkan kewaspadaan setiap orang. Saat menelepon, pelankan suara Anda, gunakan headset, atau cari tempat yang tenang. Di tempat ramai, pihak pengelola sebaiknya memasang papan pengumuman yang mengingatkan orang-orang seperti: Jangan menggunakan pengeras suara untuk menjaga ketertiban umum. Selain itu, sekolah dan keluarga juga perlu mengedukasi siswa dan anak-anak tentang keterampilan berperilaku di depan umum, mulai dari hal-hal kecil seperti menjaga ketertiban dan berbicara dengan suara yang cukup keras agar dapat didengar.
Ponsel memang alat komunikasi yang bermanfaat, tetapi jika digunakan secara tidak tepat, ponsel dapat menjadi "sumber kebisingan" yang memengaruhi banyak orang. Jika setiap orang meningkatkan kewaspadaannya, masyarakat akan memiliki lingkungan hidup yang lebih beradab, sopan, dan menyenangkan.
Le Duy
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202508/giu-van-minh-khi-su-dung-dien-thoai-noi-cong-cong-e2f20ac/
Komentar (0)