Dua talenta muda, Jamal Musiala dan Florian Wirtz (keduanya berusia 21 tahun), menjadi faktor penentu keberhasilan tim tuan rumah Jerman dengan cepat meraih tiket ke babak selanjutnya setelah 2 kemenangan melawan Skotlandia (5-1) dan Hongaria (2-0) di Grup A. Kecepatan, teknik, dan kemampuan memanfaatkan peluang mencetak gol Musiala dan Wirtz telah memberikan vitalitas baru bagi lini serang "Tank Jerman" di bawah asuhan pelatih berusia 36 tahun, Julian Nagelsmann. Selain kemampuannya membongkar pertahanan lawan, kedua bintang muda ini juga telah menyumbang 3 gol bagi tim Jerman setelah 2 pertandingan (Musiala mencetak 2 gol dalam 2 pertandingan). Mereka dianggap sebagai pencipta generasi pemain baru di sepak bola Jerman. Jika Musiala dengan cepat menunjukkan bakatnya bersama Bayern München, Wirtz juga merupakan faktor penting yang membantu Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga musim lalu.
Jamal Musiala (kiri ) bersinar untuk membantu tim Jerman dengan cepat memenangkan tiket ke babak 16 besar.
Sementara itu, meskipun penampilan Inggris kurang meyakinkan di dua laga pembuka Grup C, Jude Bellingham tetap mampu meninggalkan jejak dengan golnya yang membawa kemenangan 1-0 atas Serbia. Kecemerlangan pemain berusia 20 tahun ini tentu saja tidak mengejutkan banyak orang karena ia baru saja menjalani musim perdana yang gemilang di Real Madrid. Ia muncul di awal musim 2023-2024 (mencetak 10 gol dalam 10 pertandingan) ketika Real Madrid membutuhkan gol setelah kepergian Karim Benzema. Selain kemampuannya menciptakan peluang, mantan bintang muda klub Dortmund ini juga mampu memanfaatkan peluang mencetak gol dalam situasi apa pun, menjadikannya harapan terbesar "Tiga Singa" di EURO tahun ini.
Mirip dengan Jerman, tim Spanyol juga dengan cepat mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah 2 kemenangan melawan Kroasia (3-0) dan Italia (1-0). Di antara mereka, nama yang paling banyak disebut adalah Lamine Yamal, pemain yang baru berusia 16 tahun. Meskipun tidak mencetak gol setelah 2 pertandingan di Grup B, Yamal terus memecahkan rekor dengan 1 assist dalam kemenangan melawan Kroasia. Pemain ini sebelumnya memecahkan banyak rekor di klub dan tim nasional ketika ia menjadi pemain termuda yang bermain dan mencetak gol untuk Spanyol.
Belanda tak jauh tertinggal dalam menurunkan skuad pemain muda berbakat, yang paling menonjol adalah Xavi Simons. Pemain berusia 21 tahun ini menjadi sorotan utama dalam serangan "Badai Oranye" dalam kemenangan atas Polandia (2-1) di babak pertama Grup D. Banyak talenta muda lainnya juga dengan cepat menorehkan prestasi di Jerman seperti Radu Dragusin dari Rumania, Arda Guler (Turki), atau Benjamin Sesko dari Slovenia...
Dapat dikatakan bahwa penampilan gemilang para talenta muda di banyak tim telah meningkatkan daya tarik EURO tahun ini.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/hang-loat-sao-tre-som-gay-an-tuong-tai-euro-2024-185240622223113821.htm
Komentar (0)