Kementerian Keuangan menyatakan, sesuai Pasal 4 Pasal 15 Undang-Undang Pajak Penghasilan Badan, badan usaha yang baru berdiri dari rumah tangga badan usaha sebagaimana dimaksud Pasal 2 dan Pasal 3 Pasal 10 dibebaskan dari pengenaan pajak penghasilan badan selama 2 tahun berturut-turut sejak timbulnya penghasilan kena pajak.

Dalam rangka pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan Badan, Kementerian Keuangan mengusulkan: Badan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Ayat 2 dan Ayat 3 Peraturan Pemerintah ini yang baru didirikan dari rumah tangga badan usaha (termasuk badan usaha orang pribadi yang berubah menjadi badan usaha) dibebaskan dari pengenaan pajak penghasilan badan selama 2 (dua) tahun berturut-turut terhitung sejak saat diperolehnya penghasilan kena pajak.

Pasal 10 Pasal 2 dan 3 rancangan peraturan tersebut dengan jelas menyatakan: Tarif pajak sebesar 15% berlaku bagi badan usaha dengan total omzet tahunan tidak melebihi 3 miliar VND. Tarif pajak sebesar 17% berlaku bagi badan usaha dengan total omzet tahunan di atas 3 miliar VND tetapi tidak melebihi 50 miliar VND.

sewa 85499.jpg
Usulan pembebasan pajak penghasilan badan selama dua tahun pertama bagi badan usaha yang dikonversi dari rumah tangga dan badan usaha perorangan. Foto: Nam Khanh.

Masa bebas pajak dihitung secara terus menerus sejak tahun pertama perusahaan memperoleh penghasilan kena pajak; apabila dalam 3 tahun pertama tidak terdapat penghasilan kena pajak, maka dihitung sejak tahun pertama penghasilan, maka masa bebas pajak dihitung mulai tahun keempat.

Apabila masa pajak pertama suatu badan usaha mempunyai masa operasi bebas pajak kurang dari 12 bulan, maka badan usaha tersebut dapat memilih untuk menikmati pembebasan pajak segera pada masa pajak tersebut atau mendaftarkan masa pembebasan pajak tersebut kepada otoritas pajak yang dimulai pada masa pajak berikutnya.

Dalam hal suatu badan usaha mendaftarkan diri untuk masa pajak berikutnya, wajib menentukan besarnya pajak terutang untuk masa pajak pertama yang harus disetor ke kas negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setelah berakhirnya masa pembebasan pajak yang ditentukan dalam pasal ini, apabila suatu badan usaha melaksanakan proyek penanaman modal pada bidang usaha, perdagangan atau lokasi yang memberikan insentif perpajakan, maka badan usaha tersebut tetap memperoleh insentif yang sesuai (tarif pajak preferensial dan pembebasan serta pengurangan pajak) sebagaimana ditentukan dalam Pasal 16, Pasal 17 dan Pasal 18 Peraturan Pemerintah ini.

Setelah berakhirnya masa pembebasan pajak dan masa keringanan pajak (jika ada) yang diatur dalam pasal ini, perusahaan wajib menerapkan tarif pajak penghasilan badan sebagaimana diatur dalam pasal 2 dan 3 Pasal 10 Peraturan Pemerintah ini.

Rumah tangga usaha dan badan usaha perseorangan wajib memenuhi persyaratan pendaftaran dan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta telah memiliki masa produksi dan kegiatan usaha selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut sejak tanggal pertama kali diterbitkan surat tanda daftar usaha.

Badan usaha yang memenuhi syarat untuk pembebasan pajak dan insentif berdasarkan ketentuan ini harus merupakan badan usaha yang baru pertama kali mendaftar usaha. Kebijakan ini tidak berlaku bagi badan usaha yang baru berdiri yang perwakilan hukumnya (kecuali dalam kasus di mana orang tersebut bukan merupakan anggota penyerta modal), sekutu umum, atau orang dengan penyertaan modal tertinggi telah berpartisipasi dalam kegiatan usaha dengan peran serupa di badan usaha yang sedang beroperasi atau telah bubar dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pendirian badan usaha baru tersebut.

Tunjangan, subsidi, dan pendapatan yang dibebaskan dari pajak penghasilan pribadi Gaji dan upah merupakan pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan pribadi (PPh), tetapi ada juga beberapa tunjangan dan subsidi yang tidak dikenakan pajak.

Sumber: https://vietnamnet.vn/ho-kinh-doanh-chuyen-len-doanh-nghiep-duoc-uu-dai-gi-2421603.html