Petugas penyelamat memadamkan kebakaran di daerah Lod, dekat Tel Aviv, Israel pada 15 September (Foto: AFP).
"Sebuah rudal balistik berhasil mencapai sasarannya di posisi militer Israel di wilayah Jaffa," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree.
Juru bicara Saree mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan Israel gagal mencegat rudal tersebut.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi juga melaporkan bahwa sistem pertahanan Israel gagal menembak jatuh rudal Yaman, yang menyebabkan kebakaran. "Sebuah rudal dari Yaman mengenai target Israel setelah 20 rudal gagal mencegatnya," tulis Nasruddin Amer, seorang pejabat media Houthi, di jaringan X.
Pada pagi hari tanggal 15 September, sebuah rudal balistik jarak jauh yang diluncurkan dari Yaman jatuh di dekat Bandara Internasional Ben Gurion Israel, menyebabkan kebakaran dan memaksa penduduk mengungsi ke tempat penampungan selama jam sibuk.
Menurut militer Israel, pasukan mereka meluncurkan rudal pencegat tetapi gagal. Sirene serangan udara terdengar di seluruh Tel Aviv dan Israel tengah.
Tidak ada laporan cedera atau kerusakan, dan otoritas bandara mengatakan operasi normal kembali segera setelah kejadian. Foto-foto puing jatuh ke eskalator di stasiun kereta api di pusat kota Modiin telah dirilis.
"Setelah sirene berbunyi beberapa waktu lalu di Israel tengah, sebuah rudal permukaan-ke-permukaan terdeteksi terbang menuju wilayah tersebut dari timur dan jatuh di area terbuka. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan," kata militer Israel.
Dalam sebuah unggahan di X, Magen David Adom, layanan penyelamatan nasional Israel, mengatakan sembilan orang mengalami luka ringan saat berlari ke tempat perlindungan. Warga juga mendengar ledakan keras di area tersebut, yang menurut militer merupakan suara rudal pencegat Israel. Namun, Komando Front Dalam Negeri tidak mengubah instruksi pertahanannya kepada warga sipil.
Ini adalah pertama kalinya rudal dari Yaman mencapai Israel tengah.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/the-gioi/houthi-thua-nhan-lan-dau-tien-tan-cong-ten-lua-vao-sau-trung-tam-israel-20240915173954232.htm
Komentar (0)