(Dan Tri) – Selai jahe tradisional merupakan campuran jahe segar, gula, dan sedikit garam untuk menciptakan hidangan yang pedas dan manis.
Membuat selai jahe cukup sederhana namun membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam setiap langkah.
Ibu Vu Thuy Dung (di Yen Bai ) berbagi cara membuat selai jahe tradisional dan selai jahe "yang disempurnakan" yang lezat dan mudah dimakan.
Cara membuat selai jahe tradisional
Bahan:
– 1 kg jahe segar (pilih jahe lokal, jangan terlalu tua, jangan terlalu muda agar selainya lebih enak).
– 500g gula pasir
– Sedikit garam
– Jeruk nipis
Membuat
– Cuci jahe, kupas, iris tipis, rendam dalam air sambil diiris, bilas 2-3 kali.
– Didihkan air, peras beberapa tetes air lemon, tambahkan jahe, rebus selama 2 menit lalu angkat.
– Tuangkan 500 gram gula ke dalam jahe dan rendam hingga gula larut, sekitar 4-5 jam.
– Nyalakan kompor dan masak dengan api besar hingga air gula tersisa banyak. Saat air gula mulai mengering, kecilkan api. Jahe akan menjadi lunak dan transparan, serta sedikit lengket.
– Masak terus jahe dengan api kecil hingga terlihat butiran gula kecil mengkristal di pinggiran panci dan butiran gula kecil mulai muncul di ujung sumpit, lalu matikan api.
– Tunggu jahe dingin, simpan dalam toples kaca dan makan secara bertahap.
Cara membuat selai jahe yang "lebih baik"
Bahan:
– 300g jahe
– 200g nanas
– 250-300g gula
Membuat
– Kupas jahe lalu cuci dengan air bersih.
– Kupas dan potong nanas menjadi beberapa bagian, hancurkan dan peras sarinya.
– Tambahkan 500ml air ke jahe dan masukkan ke dalam blender, haluskan dan rebus selama sekitar 5 menit.
– Biarkan air jahe dingin, tuang ke dalam botol, simpan di lemari es dan gunakan untuk memasak.
– Campurkan ampas jahe dengan ampas nanas dan gula.
– Tunggu hingga gula larut, lalu masak seperti selai biasa.
– Aduk hingga terasa kental dan lengket, berarti berhasil.
Taburkan sedikit biji wijen sangrai dan nikmati dengan secangkir teh hijau.
Foto: Hong Anh, Huong Thu Vu, Thuy Dung
Dantri.com.vn
Sumber: https://dantri.com.vn/tet-2025/huong-dan-lam-mut-gung-thom-deo-nham-nhi-ngay-tet-20250115115234147.htm
Komentar (0)