Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Israel menyerang Beirut, menewaskan seorang komandan tinggi Hizbullah.

Người Đưa TinNgười Đưa Tin31/07/2024


Damaged vehicles are seen after an Israeli strike on Beirut's southern suburbs

Foto ilustrasi: Reuters.

Para saksi melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat asap hitam mengepul dari pinggiran selatan Beirut, yang dianggap sebagai benteng Hizbullah, sekitar pukul 16.40 waktu setempat pada tanggal 30 Januari.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan bahwa serangan udara tersebut menewaskan Fuad Shukr, yang ia tuduh "terlibat dalam berbagai serangan yang menimpa warga Israel."

Tuan Gallant menekankan: "Malam ini, kami telah menyampaikan pesan dengan jelas bahwa nyawa rakyat kami berharga, dan tidak ada tempat di dunia ini yang berada di luar kemampuan pasukan Israel untuk memastikan bahwa para penyerang membayar harganya."

Hezbollah belum mengeluarkan tanggapan resmi. Organisasi tersebut sebelumnya membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan rudal hari Sabtu di Dataran Tinggi Golan yang menewaskan 12 remaja di lapangan sepak bola di desa Druze Majdal Shams.

Sebuah sumber keamanan senior dari wilayah lain mengkonfirmasi bahwa Shukr, komandan militer tertinggi Hizbullah, tewas dalam serangan udara tersebut. Militer Israel mengatakan Shukr adalah penasihat berpangkat tertinggi untuk Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dan berada di balik serangan 27 Juli tersebut.

Sumber-sumber keamanan dan medis mengatakan serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut juga menewaskan tiga warga sipil, termasuk dua anak-anak.

Saluran TV Lebanon Al Manar, mengutip kementerian kesehatan nasional, melaporkan bahwa 74 orang terluka dan 3 tewas dalam serangan terhadap gedung Dewan Syura, badan pengatur Hizbullah, di daerah Haret Hreik.

Rekaman Reuters menunjukkan sebuah gedung tinggi yang rusak parah di pinggiran kota, dengan puing-puing hangus berserakan di jalanan. Kerumunan orang berkumpul untuk meneriakkan dukungan kepada para pemimpin Hizbullah.

Hezbollah membantah keterlibatannya dalam serangan di Dataran Tinggi Golan tetapi mengatakan telah meluncurkan rudal ke beberapa target militer di sana. Pembunuhan para remaja pada 27 Juli memicu serangkaian upaya diplomatik oleh negara-negara Barat untuk menghindari eskalasi konflik di Timur Tengah.

Jeanine Hennis-Plasschaert, Koordinator Khusus PBB, menyerukan kepada semua pihak untuk tetap tenang dan mencari solusi diplomatik untuk mengakhiri permusuhan.

Serangan udara pada 30 Juli tersebut menuai kecaman luas dari para pejabat Lebanon dan sekutu regional Hizbullah, seperti Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, Suriah, dan Iran.

Gedung Putih menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi keamanan Israel dari "ancaman apa pun yang didukung Iran, termasuk Hizbullah," dan mengatakan bahwa mereka sedang mencari solusi diplomatik.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka belum mengeluarkan arahan baru terkait pertahanan sipil, sebuah pertanda bahwa Israel tidak memiliki rencana untuk serangan lebih lanjut. Media Israel mengutip seorang pejabat yang mengatakan bahwa Israel tidak menginginkan perang skala besar.

Media Israel melaporkan bahwa, tergantung pada respons Hizbullah, militer Israel mungkin menganggap serangan udara Beirut sebagai langkah terakhir dalam pembalasan mereka atas serangan terhadap Dataran Tinggi Golan.

Kekhawatiran tentang eskalasi

Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib mengatakan pemerintah mengutuk serangan udara Israel dan akan mengajukan pengaduan ke PBB. Ia menyatakan harapan bahwa tanggapan Hizbullah tidak akan memperburuk situasi.

"Semoga tindakan balasan tersebut proporsional dan tidak berlebihan, sehingga serangkaian serangan udara, penembakan, dan pembunuhan ini dapat berakhir," demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Lebanon.

Beberapa jam sebelum serangan udara, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa ia prihatin dengan risiko eskalasi tetapi percaya bahwa konflik antara Israel dan Hizbullah dapat dihindari.

Hezbollah dan Israel telah terlibat dalam pertempuran lintas perbatasan yang berkelanjutan sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023. Kedua pihak telah berupaya menghindari eskalasi konflik, meskipun ada kekhawatiran tentang risiko perang.

Nguyen Quang Minh (menurut Reuters)



Sumber: https://www.nguoiduatin.vn/israel-khong-kich-beirut-tieu-diet-chi-huy-cap-cao-hezbollah-204240731095037671.htm

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Lihatlah sekeliling, lihatlah ke arah yang sama, lihatlah ke kejauhan.

Lihatlah sekeliling, lihatlah ke arah yang sama, lihatlah ke kejauhan.

Warna-warna Kepulauan Selatan

Warna-warna Kepulauan Selatan

Warna-warna musim semi di wilayah perbatasan

Warna-warna musim semi di wilayah perbatasan