Meskipun banyak tanda-tanda perbaikan yang jelas, bisnis impor-ekspor juga menghadapi banyak tantangan.
Dalam 7 bulan pertama tahun ini, total omzet ekspor dan impor negara kita mencapai lebih dari 439 miliar dolar AS, meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meskipun terdapat banyak tanda-tanda perbaikan yang jelas, perusahaan impor dan ekspor juga menghadapi banyak tantangan seperti: tarif pengiriman yang tinggi, atau persyaratan terkait pengurangan emisi dari negara-negara maju. Acara "Menghubungkan Perusahaan Impor dan Ekspor" di Hai Phong telah berlangsung. Mulai dari garmen, makanan laut hingga suku cadang dan komponen, banyak perusahaan hadir lebih awal di acara tersebut untuk mencari solusi bagi bisnis mereka.
Bapak Nguyen Van Nhan, Direktur Jenderal Perusahaan Saham Gabungan Mekanik Viet Au, mengatakan: "Saya ingin belajar tentang logistik. Karena belakangan ini logistik mengalami fluktuasi harga dan transportasi. Kami adalah perusahaan yang berspesialisasi dalam ekspor ke Jepang dan AS, jadi logistik sangat penting, yang memengaruhi harga dan daya saing kami."
Bapak Tran Anh Tuan - New World Fashion Group menyampaikan: "Menjelang konferensi hari ini, saya sangat tertarik dengan isu ESG, karena pelanggan asing kami memberikan tekanan besar kepada kami untuk menerapkan semua program dan rencana aksi guna mencapai kriteria ESG, mulai sekarang hingga akhir tahun 2024."
Memahami kekhawatiran perusahaan ekspor-impor ini, acara tersebut dibagi menjadi beberapa sesi diskusi, dengan topik-topik yang menarik minat banyak orang seperti Ekonomi Dunia & Vietnam, Solusi untuk beradaptasi dengan fluktuasi Logistik, atau ESG & Kredit Karbon. Menurut para ahli dan lembaga manajemen, inilah saatnya bagi perusahaan untuk memanfaatkan peluang, mengikuti tren, dan mengelola risiko dengan baik.
Bapak Tran Thanh Hai, Wakil Direktur Departemen Impor-Ekspor, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, berkomentar: "Pertama-tama, optimalisasi rantai pasok dilakukan dengan mencari mitra logistik yang andal untuk membangun hubungan jangka panjang yang akan menjamin stabilitas tarif angkutan. Kedua, pelaku usaha perlu memiliki skenario respons jika terjadi fluktuasi pasar."
Dengan partisipasi hampir 300 pemimpin senior perusahaan Vietnam dan FDI, acara tersebut diharapkan menjadi saluran untuk berbagi dan bertukar informasi yang berguna dengan tujuan mendukung perusahaan impor-ekspor untuk tumbuh lebih kuat dan menjangkau lebih jauh ke pasar di seluruh dunia.
Menurut VTV
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/doanh-nhan/ket-noi-doanh-nghiep-xuat-nhap-khau/20240823071922796
Komentar (0)