Dengan rancangan surat edaran yang sedang disusun oleh Bank Negara, nasabah yang terkena dampak badai No. 3 akan mendapatkan restrukturisasi utang hingga akhir tahun 2025.
Bank Negara baru saja meminta pendapat atas Rancangan Surat Edaran yang mengatur restrukturisasi ketentuan pembayaran utang oleh lembaga kredit dan kantor cabang bank asing untuk membantu nasabah yang menghadapi kesulitan karena dampak dan kerusakan akibat epidemi. badai nomor 3
Oleh karena itu, pelanggan di provinsi dan kota berikut: Ha Giang, Cao Bang, Lang Son, Bac Giang, Phu Tho, Thai Nguyen, Bac Kan, Tuyen Quang, Lao Cai, Yen Bai , Lai Chau, Son La, Dien Bien, Hoa Binh, Hanoi, Hai Phong, Hai Duong, Hung Yen, Vinh Phuc, Bac Ninh, Thai Binh, Nam Dinh, Ha Nam, Ninh Binh, Quang Ninh, Thanh Hoa yang mengalami kesulitan membayar utang akibat dampak dan kerusakan badai No. 3 akan direstrukturisasi jangka waktu pembayaran utangnya.
Peraturan ini berlaku bagi nasabah pinjaman termasuk kantor cabang, kantor perwakilan lembaga kredit, dan kantor cabang bank asing di provinsi dan kota yang disebutkan di atas.
Rancangan Surat Edaran tersebut menetapkan bahwa lembaga kredit dan kantor cabang bank asing diperbolehkan untuk mempertimbangkan dan memutuskan restrukturisasi jangka waktu pembayaran utang atas saldo pokok dan/atau bunga utang berdasarkan permintaan nasabah dan kemampuan keuangan lembaga kredit atau kantor cabang bank asing tersebut. Agar memenuhi syarat untuk restrukturisasi utang, nasabah harus memenuhi sejumlah peraturan.
Khususnya, nasabah dalam subjek-subjek di atas memiliki pokok terutang yang timbul sebelum 7 September 2024 dan berasal dari kegiatan pinjam-meminjam dan sewa guna usaha. Kewajiban untuk membayar pokok dan/atau bunga timbul dalam periode 7 September 2024 hingga 31 Desember 2025.

Utang yang belum dibayar dengan jangka waktu pembayaran yang telah direstrukturisasi masih jatuh tempo atau lewat jatuh tempo hingga 10 hari sejak tanggal jatuh tempo pembayaran, sesuai dengan jangka waktu pembayaran sesuai kontrak atau perjanjian. Lembaga kredit dan kantor cabang bank asing diperbolehkan untuk merestrukturisasi jangka waktu pembayaran atas utang yang belum dibayar yang telah jatuh tempo lebih dari 10 hari dalam periode 7 September 2024 sampai dengan tanggal berlakunya Surat Edaran ini ketika melakukan restrukturisasi utang pertama sesuai dengan ketentuan dalam Surat Edaran ini.
Peninjauan kembali jangka waktu pembayaran utang dilakukan sejak tanggal berlakunya Surat Edaran ini sampai dengan tanggal 31 Desember 2025 dan tidak ada batasan berapa kali jangka waktu pembayaran utang dapat direstrukturisasi.
Tanggal pembayaran terakhir atas saldo utang yang direstrukturisasi (termasuk perpanjangan utang) ditentukan sesuai dengan tingkat kesulitan nasabah tetapi tidak melebihi 31 Desember 2026.
Nasabah yang utangnya direstrukturisasi adalah nasabah yang dinilai oleh lembaga kredit atau cabang bank asing mengalami kesulitan dalam membayar pokok dan/atau bunga tepat waktu sesuai kontrak atau perjanjian dalam salah satu kasus berikut: nasabah terdampak atau rusak akibat badai No. 3; mitra nasabah terdampak atau rusak akibat badai No. 3 sehingga tidak dapat memenuhi komitmen dan perjanjian yang ditandatangani dengan nasabah dengan baik dan sepenuhnya. Selain itu, nasabah juga harus dinilai oleh lembaga kredit atau cabang bank asing untuk dapat membayar pokok dan/atau bunga secara penuh sesuai periode pembayaran yang telah direstrukturisasi.
Perlu dicatat, peraturan di atas mengecualikan kasus pelanggan yang terdampak badai No. 3 dan membutuhkan waktu untuk menstabilkan kehidupan mereka, membangun kembali, dan mencari solusi untuk memulihkan produksi dan bisnis. Pertimbangan restrukturisasi pembayaran utang dalam kasus ini akan dilakukan dalam 3 bulan pertama sejak tanggal berlakunya Surat Edaran ini, dan jangka waktu restrukturisasi pembayaran utang tidak boleh melebihi 1 tahun sejak tanggal restrukturisasi.
Rancangan Surat Edaran tersebut juga mengatur bahwa lembaga perkreditan dan kantor cabang bank asing dilarang melakukan restrukturisasi jangka waktu pembayaran utang yang melanggar ketentuan perundang-undangan.
Sumber
Komentar (0)