Sejak awal sesi, VN-Index menunjukkan tren positif setelah berita bahwa AS dan Tiongkok mencapai kesepakatan sementara mengenai tarif. Momentum ini membantu VN-Index dibuka menguat hampir 10 poin, mencapai 1.293 poin. Namun, tarik-menarik antara kekuatan beli dan jual menyebabkan indeks berfluktuasi antara 1.288 dan 1.289 poin hampir sepanjang waktu. Pada sesi ATC, arus kas yang kuat dari investor asing tiba-tiba muncul, membantu VN-Index menembus level tertingginya, menutup sesi di 1.293,43 poin, naik 10,17 poin.
VN-Index melampaui 1.290 poin pada sesi 13 Mei |
Pakar sekuritas Nguyen Thanh Tung berkomentar: “Sesi beli bersih yang kuat dari investor asing merupakan sinyal positif setelah serangkaian hari jual bersih berturut-turut. Hal ini tidak hanya mencerminkan peningkatan arus modal asing tetapi juga menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan pasar untuk pulih.”
Pasar tidak hanya meningkat tajam, tetapi likuiditasnya juga meningkat signifikan. Selama sesi perdagangan, total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 953 juta lembar saham, setara dengan VND23.895 miliar, 6,1% lebih tinggi dari sesi sebelumnya dan melampaui rata-rata 20 sesi perdagangan terakhir.
Sorotan sesi perdagangan adalah penyebaran arus kas ke dalam kelompok industri, terutama barang konsumsi non-esensial dengan peningkatan sebesar 6,36%, teknologi (+1,34%) dan industri (+1,71%). Saham-saham penny juga menarik perhatian dengan serangkaian kode saham yang mencapai batas tertinggi seperti API, IDJ, APS, dan grup Bamboo Capital dengan BCG (+5,48%), BCR (+11,76%), dan BGE (+10%).
Menurut data HoSE, saham MBB memimpin daftar beli bersih dengan VND348 miliar, diikuti oleh MWG dengan VND315 miliar, dan PNJ dengan VND221 miliar. Ketiga saham ini memiliki fundamental yang solid, prospek pertumbuhan yang tinggi, dan arus masuk modal asing yang kuat.
Pakar sekuritas independen Le Minh menganalisis: "Fakta bahwa investor asing berfokus pada pembelian saham-saham unggulan menunjukkan tren pengalihan arus kas ke saham-saham dengan stabilitas tinggi, yang cocok untuk tujuan investasi jangka panjang. Hal ini akan berkontribusi pada penguatan fondasi pertumbuhan berkelanjutan VN-Index di masa mendatang."
Pasar terus mencatat kenaikan poin kedua berturut-turut minggu ini. |
Momentum dari pasar internasional juga patut diperhatikan, terutama ketika saham-saham AS menguat tajam berkat kesepakatan tarif sementara antara AS dan Tiongkok. Dow Jones naik 2,81%, Nasdaq naik 4,35%, dan S&P 500 naik 3,26%. Hal ini menciptakan momentum psikologis positif yang menyebar ke pasar Vietnam, yang berkontribusi mendorong kembalinya modal asing.
Dengan kenaikan impresif kedua berturut-turut, VN-Index berpeluang menguji level resistensi psikologis 1.300 poin. Jika arus kas dari investor asing tetap stabil dan permintaan dari investor domestik meningkat, indeks kemungkinan akan segera mencapai tonggak sejarah ini.
Pakar Han Huu Hau menekankan: "Untuk mempertahankan tren kenaikan, pasar membutuhkan konsensus dari kelompok industri utama, terutama perbankan dan teknologi. Kembalinya investor asing ke posisi beli bersih merupakan sinyal positif, tetapi tetap perlu memantau faktor makro internasional dan fluktuasi suku bunga domestik."
Sesi perdagangan pada 13 Mei menjadi bukti pemulihan pasar saham Vietnam yang kuat setelah fluktuasi yang tak terduga. Dengan dorongan dari investor asing dan arus kas domestik yang kuat, Indeks VN berada di jalur yang tepat untuk mencapai angka 1.300 poin.
Source: https://thoibaonganhang.vn/khoi-ngoai-co-phien-mua-rong-lon-nhat-10-phien-164119.html
Komentar (0)