Dalam rangka Bulan Aksi Keamanan Pangan (10 April - 15 Mei), Kepolisian Daerah Provinsi telah melaksanakan langkah-langkah terpadu untuk segera mendeteksi, memberantas, dan menangani tindak pidana dan pelanggaran undang-undang keamanan pangan dengan tujuan agar tidak terjadi lagi tindak pidana dan pelanggaran undang-undang keamanan pangan di provinsi tersebut.
Pasukan polisi dan tim interdisipliner memeriksa keamanan dan kebersihan makanan di dapur kolektif Sekolah Dasar Kim Long B, Distrik Tam Duong.
Kapten Nguyen Van Truong, Wakil Kepala Tim Pencegahan dan Investigasi Kejahatan Ekonomi , Korupsi, dan Lingkungan, Departemen Kepolisian Ekonomi, Kepolisian Provinsi, mengatakan bahwa dapur umum di sekolah dan kawasan industri termasuk di antara subjek yang diperiksa dan dipantau secara berkala oleh unit profesional Kepolisian Provinsi.
Pada Bulan Aksi Keamanan Pangan 2024, Departemen Kepolisian Ekonomi, Kepolisian Daerah berkoordinasi dengan unit-unit fungsional untuk membentuk tim interdisipliner guna terus memperkuat pemeriksaan terhadap tempat-tempat tersebut.
Selain mendeteksi dan menangani secara tegas organisasi maupun individu yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan keamanan pangan, tim interdisipliner juga melakukan koordinasi propaganda kepada organisasi maupun individu terkait dapur umum tentang tanggung jawab untuk mematuhi secara tegas ketentuan perundang-undangan keamanan pangan, khususnya penggunaan bahan-bahan yang jelas asal usul dan sumbernya, penerapan secara tegas ketentuan tentang kondisi higienis sarana, peralatan, perkakas penyiapan dan pengolahan pangan, serta higienis pribadi dalam mencegah terjadinya pencemaran pangan dan penyakit bawaan makanan.
Satuan Reserse Kriminal Khusus Kepolisian juga berkoordinasi erat dengan Kepolisian di tingkat kabupaten dan kota, menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi penyidikan, mengidentifikasi berbagai topik, bidang, dan subjek yang berpotensi menimbulkan tindak pidana kompleks serta pelanggaran ketentuan perundang-undangan keamanan pangan, seperti pasar induk, gudang pendingin, rumah pemotongan hewan terpusat, tempat produksi dan pengolahan pangan, dan lain-lain; perbuatan yang memproduksi pangan palsu seperti label produk palsu; pemalsuan nilai guna, kegunaan; pemalsuan indikator mutu, dan lain-lain; memberantas, mencegah, dan menindak tegas organisasi dan perorangan yang melakukan pelanggaran.
Khusus untuk persiapan menjelang hari raya Idulfitri 30 April - 1 Mei, Kepolisian memfokuskan diri pada pemeriksaan, pemantauan dan pengendalian keamanan pangan bagi pelaku usaha makanan dan minuman, karena komoditas tersebut paling banyak dikonsumsi saat hari raya, dan secara tegas menindak tegas pelaku usaha yang tidak memiliki sertifikat keamanan pangan.
Keamanan pangan merupakan isu yang sangat penting, yang secara langsung dan terus-menerus memengaruhi kesehatan setiap individu, kualitas hidup setiap keluarga, dan kualitas ras seluruh bangsa. Oleh karena itu, selain tanggung jawab pihak berwenang dalam memberantas dan mencegah pelanggaran hukum dan kejahatan terkait keamanan pangan, konsumen juga perlu secara proaktif mempelajari hak dan kewajiban mereka di bidang keamanan pangan, terutama hak untuk mengajukan pengaduan dan tanggung jawab untuk melaporkan pelanggaran keamanan pangan.
Ketahui cara memilih, mengolah, mengawetkan, dan mengonsumsi makanan yang aman; cara membaca label produk makanan; dan dengan tegas tidak mengonsumsi makanan yang tidak diketahui asal usulnya.
Pada saat yang sama, promosikan rasa tanggung jawab dalam mengawasi kepatuhan terhadap undang-undang keamanan pangan bagi individu dan perusahaan produksi dan perdagangan pangan; secara aktif promosikan produk pangan yang aman, rantai pangan, dan produk lokal tradisional untuk mendorong dan menghormati produksi pangan yang aman.
Anh Le
(Kepolisian Daerah)
Sumber
Komentar (0)