Seorang kandidat "melakukan check in" sebelum ujian kelulusan sekolah menengah atas bidang matematika.
FOTO: NGOC LONG
Menurut informasi dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, tes matematika akan terdiri dari 3 bagian. Bagian 1 terdiri dari soal pilihan ganda, dengan 4 pilihan jawaban untuk memilih 1 jawaban yang benar. Untuk setiap jawaban yang benar, kandidat akan menerima 0,25 poin. Bagian 2 terdiri dari 4 soal pilihan ganda benar/salah, dengan semua jawaban yang benar akan menerima 1 poin (setiap soal memiliki skor yang berbeda). Bagian terakhir terdiri dari 6 soal pilihan ganda jawaban singkat, dengan setiap jawaban yang benar, kandidat akan menerima 0,5 poin.
Dengan struktur ujian baru ini, beberapa kandidat mengatakan kepada Thanh Nien bahwa mereka "tidak bisa kalah total" seperti ujian tahun-tahun sebelumnya. Hal ini memang merugikan, tetapi juga membantu membedakan kemampuan para kandidat dengan lebih jelas.
Di lokasi ujian Sekolah Menengah Ban Co (HCMC), Phi Minh Tuan, seorang siswa Sekolah Menengah Marie Curie (HCMC), mengatakan bahwa struktur ujian matematika tahun ini sangat beragam karena terdapat banyak bagian baru seperti esai pendek dan soal pilihan ganda benar-salah. "Khususnya, bagian esai pendek dalam ujian ini tidak mengharuskan menulis, kami hanya perlu mengisi jawaban berupa angka di bagian yang kosong," ujar siswa tersebut.
Setelah berpartisipasi dalam menyelesaikan soal matematika menggunakan kalkulator Casio, Tuan yakin bahwa meskipun struktur ujian berubah, berpikir matematis dan menghafal rumus matematika akan tetap menjadi kunci belajar untuk meraih nilai tinggi, di samping belajar cara menyelesaikan soal dengan cepat menggunakan kalkulator. Menurut siswa laki-laki tersebut, tes pilihan ganda benar-salah mengharuskan siswa untuk memahami soal secara mendalam dan menggunakan data yang tepat untuk menyelesaikannya.
Momen lucu ibu dan anak di depan gerbang sekolah ujian
FOTO: NGOC LONG
Senada dengan Minh Tuan, Phan Hoang Nhat Dang, siswa SMA Nguyen Thi Minh Khai (HCMC), mengatakan bahwa tes pilihan ganda memiliki daya beda paling tinggi karena "Setiap soal merupakan soal matematika yang panjang, saya harus menyelesaikan semuanya untuk mengetahui apakah soalnya benar atau salah, ditambah lagi ada cara khusus untuk menghitung skornya," ungkap siswa laki-laki tersebut.
Dalam ujian ini, Nhat Dang berencana untuk berfokus pada soal-soal yang "pasti mendapat nilai" dan membutuhkan waktu lebih sedikit terlebih dahulu, seperti soal pilihan ganda, lalu mengerjakan soal-soal dengan tingkat diferensiasi lebih tinggi, seperti soal benar-salah. Dang menambahkan bahwa ia memiliki "strategi khusus" untuk menyelesaikan soal-soal tersebut secara manual, alih-alih menggunakan kalkulator, karena "meskipun membutuhkan waktu sedikit lebih lama, saya sudah terbiasa sehingga tingkat akurasinya akan lebih terjamin."
Le Dien Thieu Tuoc, seorang siswa di SMA Nguyen Thi Minh Khai (HCMC), mengaku paling takut dengan bagian jawaban singkat karena soal-soalnya yang paling sulit. "Hari ini, saya memprioritaskan mengerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu, dan mengerjakan soal-soal yang sulit nanti. Saya berharap bisa mendapatkan 7 poin di mata pelajaran ini," ujar siswa yang berencana mengikuti ujian masuk jurusan teknik mesin di Universitas Teknologi (Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh).
Para peserta memasuki lokasi ujian dengan penuh semangat.
FOTO: NGOC LONG
Sore ini, 26 Juni, para calon siswa di seluruh negeri akan mengikuti ujian kelulusan SMA bidang matematika hingga pukul 16.00. Besok, 27 Juni, para calon siswa akan mengikuti ujian pilihan (dengan program baru) dan ujian IPA dan IPS (dengan program lama). Hingga sore hari tanggal 27 Juni, hanya calon siswa dengan program lama yang akan melanjutkan ujian bahasa asing.
Sumber: https://thanhnien.vn/lan-dau-thi-toan-theo-chuong-trinh-moi-khong-the-lui-thi-sinh-so-phan-nao-185250626155701027.htm
Komentar (0)