Belajar dari Paman Ho melalui tindakan praktis
Di halaman unit pada sore hari, ketika peluit tanda berakhirnya pelatihan berbunyi, para prajurit muda Resimen 8 berkumpul di "Pojok Belajar Mengikuti Teladan Paman Ho" - tempat untuk mencatat pepatah-pepatah terkenal dan kisah-kisah sederhana tentang kehidupan, ideologi, moralitas, dan gaya Ho Chi Minh . Sebagian orang meluangkan waktu untuk membaca, sebagian lagi dengan penuh perhatian menulis di buku catatan mereka. Nampaknya belajar dari teladan moral Paman Ho telah menjadi kebiasaan, yang menyebar setiap hari.
Letnan Kolonel Tran Van Toi, Komisaris Politik Resimen 8, mengatakan: “Kami telah menetapkan bahwa mempelajari dan meneladani ideologi, moralitas, dan gaya Ho Chi Minh adalah proses yang berkelanjutan, dimulai dari hal-hal terkecil: perkataan, tindakan, perilaku, dan rasa tanggung jawab dalam setiap tugas. Ketika kader menjadi teladan, prajurit akan mengikutinya. Ketika meneladani Paman Ho menjadi cara berpikir dan bertindak yang lazim, efektivitas pembangunan unit akan berubah secara signifikan.”
Resimen 8 menyelenggarakan kunjungan ke Rumah Adat bagi para bintara dan prajurit untuk menumbuhkan kebanggaan dan tradisi mulia unit tersebut. |
Dari semangat tersebut, Resimen telah mewujudkan pembelajaran dan meneladani Paman Ho ke dalam berbagai model kreatif, yang terkait dengan praktik seperti: "Jam belajar Paman Ho selama seminggu", "Ajaran Paman Ho setiap hari", "Pojok belajar meneladani Paman Ho di kompi", "Kelompok refleksi dan koreksi diri di sel Partai"... Setiap model merupakan cara bagi para perwira dan prajurit untuk berintrospeksi, menyesuaikan perilaku, dan meningkatkan rasa tanggung jawab mereka.
Keistimewaan Resimen 8 adalah semangat "belajar melakukan" yang diutamakan. Tanpa stereotip atau formalitas, unit-unit ini selalu menyelenggarakan kegiatan tematik "mengikuti Paman Ho" yang berkaitan dengan tugas-tugas spesifik: Pelatihan, kesiapan tempur, peningkatan produksi, kunjungan lapangan, membantu masyarakat mengatasi dampak bencana alam... Dari studi teoretis hingga tindakan praktis, telah terjadi perubahan yang nyata dalam kesadaran, sikap, dan kualitas kerja.
![]() |
Diskusi pemuda dengan tema: "Pemuda Resimen 8: Berani, sadar diri, tegas, patut dicontoh, bertekad untuk menang". |
Tak hanya berhenti pada propaganda, Resimen ini selalu berfokus membangun tim kader teladan yang mempraktikkan apa yang mereka ajarkan. Di batalyon dan kompi, mudah untuk melihat gambar kader yang makan, tinggal, bekerja, dan berlatih bersama para prajurit.
Kapten Pham Hoai Nam, Komisaris Politik Kompi 16, Resimen 8, berbagi: Bagi prajurit muda, jika seorang perwira kurang memiliki perilaku teladan, ia akan langsung kehilangan wibawanya. Oleh karena itu, setiap hari, saya bertanya pada diri sendiri: Apa yang telah saya lakukan hari ini agar para prajurit dapat menirunya?
Dari peran teladan para kader, berbagai model dan inisiatif dalam penerapan Direktif 05 telah direplikasi secara luas, seperti: "Kader Muda Penerus Paman Ho", "Persatuan Pemuda Tanpa Pelanggar Disiplin", "Tiga-Tanpa Kompi": Tanpa Pelanggaran Disiplin, Tanpa Rasa Tak Aman, Tanpa Kelemahan Berkepanjangan... Dengan demikian, secara bertahap terbentuklah pola hidup dan pola pikir yang positif, proaktif, dan bertanggung jawab di seluruh kesatuan.
Selain itu, Resimen 8 juga merupakan unit tipikal dalam gerakan emulasi pelatihan yang baik, disiplin yang ketat, dan kesiapan tempur yang tinggi. Berkat penerapan Direktif 05 dengan tugas-tugas profesional, unit ini selalu mempertahankan hasil yang baik, di mana: 100% konten pelatihan memenuhi persyaratan, lebih dari 85% baik dan sangat baik; menyelenggarakan pelatihan tembak langsung dengan keamanan mutlak.
Resimen 8 senantiasa memperhatikan pelaksanaan tugas dengan baik dalam menunjukkan rasa terima kasih melalui tindakan yang praktis dan bermakna. |
Selama bertahun-tahun, Resimen telah memiliki banyak inisiatif teknis yang telah diterapkan secara efektif dalam pelatihan dan kehidupan sehari-hari, termasuk sistem kerangka kerja model pelatihan taktis dan perangkat lunak komando pembelajaran mandiri. Semua inisiatif ini berawal dari praktik dan semangat "melakukan hal-hal kecil dengan sepenuh hati", yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pelatihan, penghematan biaya, dan peningkatan kekuatan internal unit.
Dari pelatihan diri hingga keinginan untuk berkontribusi
Gerakan "mempelajari dan meneladani Paman Ho" di Resimen 8 tidak hanya membantu para prajurit melatih diri, tetapi juga membangkitkan hasrat untuk berkontribusi dan semangat mengabdi kepada rakyat. Setiap perwira dan prajurit memahami dengan jelas: Tindakan paling praktis untuk meneladani Paman Ho adalah mengabdi dan bertanggung jawab pada tugas, dekat dengan rakyat, serta hidup jujur dan loyal bersama rekan dan rekan satu tim.
Selama bertahun-tahun, Resimen telah menyelenggarakan banyak kunjungan lapangan yang dipadukan dengan kegiatan mobilisasi massa di wilayah tersebut. Melalui kegiatan ini, para perwira dan prajurit di unit tersebut telah berpartisipasi dalam membantu masyarakat membangun jalan, memperbaiki rumah, membersihkan sekolah, dan mengunjungi keluarga-keluarga yang berjasa. Ratusan hari kerja dan banyak hadiah senilai puluhan juta VND telah diberikan—semuanya disumbangkan secara sukarela oleh para perwira dan prajurit.
Prajurit Tran Hai Huy, seorang prajurit dari Peleton 5, Kompi 2 (Batalyon 4, Resimen 8), mengaku: "Melalui berbagai kegiatan, melalui pekerjaan sehari-hari, dan melalui propaganda para komandan di semua tingkatan, saya menyadari bahwa saya telah belajar dari kesederhanaan dan tanggung jawab Paman Ho. Saya merasa bangga dapat menyumbangkan sebagian kecil kekuatan saya untuk membantu masyarakat melalui kunjungan lapangan yang dipadukan dengan kerja mobilisasi massa."
Ini bukan hanya sebuah tindakan, tetapi juga sebuah transformasi kesadaran, sebuah tanda kedewasaan sejati dalam ideologi dan kapasitas politik para prajurit muda masa kini. Semangat emulasi "mengikuti Paman Ho" telah menjadi gerakan emulasi yang sadar diri dan terkelola sendiri, tanpa pemaksaan atau formalitas.
Menutup hari kerja dan latihan di Resimen 8, lampu di ruang kegiatan masih menyala. Sekelompok prajurit muda sedang berdiskusi tentang kisah "Paman Ho dan Prajurit Dien Bien ". Tanpa ada yang mengingatkan, mereka datang kepada Paman Ho dengan perasaan tulus dan keyakinan yang mendalam. Dari hal-hal sederhana inilah, Resimen 8 berkontribusi dalam membangun citra prajurit revolusioner yang teguh, bertanggung jawab, dan teladan, yang berkontribusi pada keberhasilan penyelesaian semua tugas.
Artikel dan foto: LSM VAN MANH
* Silakan kunjungi bagian tersebut untuk melihat berita dan artikel terkait.
Sumber: https://www.qdnd.vn/phong-su-dieu-tra/phong-su/lan-toa-viec-hoc-va-lam-theo-bac-o-trung-doan-8-837023
Komentar (0)