Menurut New Straits Times, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkejut setelah Presiden Datuk Joehari Ayub mengajukan pengunduran dirinya, yang dilaporkan pada 22 Agustus. Keputusan ini diambil setelah kurang dari 6 bulan menjabat di FAM.
Presiden FAM menyebutkan alasan kesehatan sebagai alasan utama, sementara media Malaysia mengatakan bahwa kebenaran berawal dari konflik internal yang sengit. Sejak penampilan publik terakhirnya di kantor pusat FAM pada 11 Agustus, Bapak Ayub belum mengambil tindakan lebih lanjut, sehingga menimbulkan banyak spekulasi. Hingga saat ini, FAM tetap bungkam, dan Wakil Presiden Yusoff Mahadi telah ditunjuk sebagai pemimpin sementara.
Pada pertengahan bulan ini, masa depan Presiden Datuk Joehari Ayub (2025-2029), yang menjabat dengan fokus pada strategi untuk meningkatkan naturalisasi, dipertanyakan.
Ketua Datuk Joehari Ayub dikabarkan telah mengajukan pengunduran dirinya.
Secara khusus, Bapak Joehari Ayub terpilih sebagai Presiden FAM pada Februari 2025, menggantikan Bapak Hamidin Amin, dengan masa jabatan hingga 2029. Pada bulan-bulan pertama, beliau menarik perhatian dengan kebijakan naturalisasi pemain berskala besar, yang membawa kesuksesan bagi tim Malaysia, termasuk kemenangan 4-0 atas Vietnam pada bulan Juni. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan kontroversi sengit, terutama terkait isu transparansi asal-usul pemain.
Khususnya, fakta bahwa gelandang Argentina Facundo Garces secara tidak sengaja mengungkapkan bahwa hanya kakek dari pihak ayah yang merupakan warga negara Malaysia telah menimbulkan keraguan publik tentang legalitas proses naturalisasi. Menurut peraturan FIFA, hanya mereka yang ayah, ibu, kakek, atau neneknya merupakan warga negara Malaysia yang dapat langsung dinaturalisasi.
Garces segera mengunggah koreksi tak lama kemudian, menyebutnya "salah ketik" dan mengonfirmasi bahwa ia dan istrinya adalah orang Malaysia.
Para suporter Malaysia menuntut penjelasan yang jelas. Mereka mengatakan FAM tidak bisa terus mengelak ketika sepak bola negara itu sedang menghadapi ketidakstabilan.
Source: https://nld.com.vn/ldbd-malaysia-khung-hoang-chu-tich-fam-joehari-ayub-xin-tu-chuc-196250826135750102.htm
Komentar (0)