Kapal 20 dari Brigade 172, Wilayah Angkatan Laut 3, dan delegasi Angkatan Laut Rakyat Vietnam yang dipimpin oleh Kolonel Nguyen Quoc Quang, Wakil Komandan Wilayah Angkatan Laut 3, berpartisipasi dalam parade tersebut.

Kolonel Nguyen Quoc Quang berpartisipasi dalam parade di atas KRI Bung Karno bersama perwakilan angkatan laut lainnya. Parade ini dihadiri oleh 38 kapal TNI AL dan negara-negara lain.

MNEK diinisiasi dan diselenggarakan oleh Indonesia setiap dua tahun, dimulai pada tahun 2014, dan setiap kali diselenggarakan di lokasi yang berbeda. Pada tahun 2018 dan 2020, MNEK tidak diselenggarakan karena dampak pandemi Covid-19.

Angkatan Laut Rakyat Vietnam telah mengirimkan kapal untuk berpartisipasi sejak MNEK pertama diselenggarakan guna melaksanakan pandangan yang diarahkan oleh Komisi Militer Pusat dan Kementerian Pertahanan Nasional mengenai integrasi internasional dan diplomasi pertahanan; terus meningkatkan kemampuan untuk berkoordinasi dan bekerja sama dalam menanggapi tantangan bersama dalam keamanan maritim; dan selanjutnya mengkonsolidasikan dan meningkatkan persahabatan dan kerja sama yang baik antara Tentara Rakyat Vietnam dan Angkatan Laut Rakyat Vietnam dengan angkatan darat dan laut negara lain.

Di samping Kajian Armada Internasional, dalam rangka MNEK-4, pada tanggal 4 sampai dengan 8 Juni, para perwira dan prajurit KRI 20 dan Kelompok Kerja juga turut serta dalam pawai jalanan, kegiatan rekayasa kemanusiaan, latihan angkatan laut multilateral di laut, pertukaran budaya dan olah raga , kuliner, serta kunjungan ke beberapa tempat terkenal, tempat wisata, dan situs bersejarah di Kota Makassar.

Petugas di Kapal 20 memberi hormat saat KRI Bung Karno lewat.
Sebelum Tinjauan Armada Internasional berlangsung, pesawat-pesawat terbang di atas Makassar. Tinjauan Armada Internasional biasanya diadakan bagi Angkatan Laut untuk memberi penghormatan kepada kepala negara dan meningkatkan interaksi antar angkatan laut dari berbagai negara.
Pesawat terbang yang tampil pada Upacara Pembukaan MNEK.
KRI Bung Karno (nomor kapal 369) adalah kapal pengawal dan "Kapal Kepresidenan" Angkatan Laut Indonesia. Kapal ini merupakan kapal pengawal helikopter dan rudal berpemandu untuk Presiden dan tokoh penting lainnya, yang sering digunakan Presiden untuk meninjau kapal.
KRI Bung Karno dinamai sesuai nama Presiden Sukarno, presiden pertama Indonesia. Kapal ini memiliki bobot benaman 650 ton, panjang 73 meter, lebar 12 meter, kecepatan maksimum 24 knot, dan dilengkapi rudal udara-ke-udara serta helikopter AS565 Panther.
KRI Bung Karno merupakan kapal perang terbaru milik TNI AL yang diresmikan pada 1 Juni lalu. Hebatnya, kapal ini dibangun di Indonesia dalam waktu kurang dari setahun.
Kolonel Nguyen Quoc Quang pada upacara pembukaan MNEK-4. Foto: Duc Tuan

LSM HUNG (dilakukan, dari Makassar, Indonesia)