Memiliki minat pada teknologi dan keinginan untuk belajar dan memahami lebih lanjut tentang bagaimana aplikasi dan permainan dibuat, ketika mendengar bahwa sekolah tersebut meluncurkan kursus pemrograman dasar (C&P) gratis yang diselenggarakan oleh Samsung, Nguyen Truong Giang, seorang siswa di Sekolah Menengah Atas Berbakat Bac Ninh , dan teman-temannya sangat bersemangat untuk mendaftar untuk berpartisipasi.
Di kelas, selain dibekali pengetahuan dasar pemrograman, Giang juga memiliki teman-teman yang memiliki minat yang sama terhadap teknologi, siap bertukar pikiran dan saling mendukung, sekaligus mengasah soft skills seperti kemampuan kerja sama tim dan kemampuan presentasi. Oleh karena itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, efektif, dan menyenangkan.
"Kursus ini sangat membantu saya dalam hal orientasi karier masa depan, karena saya telah memutuskan untuk memilih teknologi informasi. Jika Anda memiliki minat di bidang teknologi, jangan ragu untuk mendaftar karena kursus ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pemrograman tetapi juga membantu Anda mempelajari keterampilan lain yang penting untuk hidup," ujar Giang.
Bagi Nguyen Phuong Mai, siswi jurusan Sastra di Sekolah Menengah Atas Berbakat Hung Vuong, Phu Tho , selain meneliti dan menganalisis karya sastra, Mai juga meluangkan waktu untuk mempelajari pemrograman. Bagi Mai, ini merupakan salah satu pengalaman terbaru dan paling menarik dalam perjalanan belajarnya. Berawal dari jurusan ilmu sosial, Mai tidak pernah terpikir bisa memprogram. Namun, ketika ia langsung mengikuti kelas pemrograman dasar di program SIC, pemikirannya berubah. Mai bercerita bahwa duduk dan rajin mengetik setiap baris kode pemrograman perlahan menjadi hasratnya.
"Berkat kursus SIC, saya diperkenalkan dengan Python dan memiliki akses ke pengetahuan yang benar-benar baru. Saya yakin ini adalah kesempatan untuk membantu kita melatih keterampilan pemecahan masalah dan berpikir logis untuk diterapkan dalam kehidupan dan karier masa depan, sehingga berkontribusi pada pembangunan negara," ujar Mai.
Setelah kursus ini, Mai dengan percaya diri mendaftar untuk bergabung dengan Klub TI sekolah. Bagi Mai, ini adalah pengalaman yang paling menyegarkan dan berharga dalam perjalanan sekolahnya.
Ibu Nguyen Thi Hong Thai, seorang guru di Sekolah Menengah Atas Berbakat Hung Vuong, Phu Tho, juga sangat terkesan dengan efektivitas yang diberikan kelas pemrograman dasar SIC baik untuk dirinya maupun murid-muridnya.
"Awalnya, saya pikir ini hanya pelatihan biasa. Namun, setelah mengikuti pelatihan ini, saya menyadari bahwa pemrograman bukan hanya tentang memecahkan soal matematika yang membosankan, tetapi juga alat untuk memecahkan masalah praktis. Ketika siswa diperkenalkan dengan bahasa pemrograman, mereka memiliki bagian dari bahasa zaman itu, yang akan menjadi dasar untuk mengembangkan karier mereka di masa depan," ujar Ibu Thai dengan penuh semangat.
Secara khusus, Ibu Hong Thai mengatakan bahwa kursus ini telah memberikan semangat baru bagi suasana pembelajaran TI di sekolah. Kini, tidak hanya siswa dari jurusan IPA, tetapi juga siswa dari jurusan IPS berpartisipasi aktif dan menunjukkan kecintaan mereka pada pemrograman. Setelah kursus, banyak siswa dengan percaya diri mendaftar untuk bergabung dengan Klub TI dan mencoba kemampuan mereka dalam kompetisi teknologi, berkat bekal pengetahuan dasar hingga lanjutan.
Diketahui bahwa dengan 84 materi yang dirancang secara ilmiah , kursus C&P membekali siswa dengan dasar yang kuat dalam pemrograman Python, pemikiran algoritmik, serta keterampilan analisis dan pemrosesan data. Kursus ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan profesional tetapi juga melatih keterampilan lunak seperti berpikir logis, kerja sama tim, pemecahan masalah, komunikasi, dan kreativitas untuk memberikan bekal penting bagi peserta didik di era digital.

Kursus ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kursus yang ditawarkan dalam program Samsung Innovation Campus (SIC), proyek pendidikan TIK global Samsung untuk kaum muda. Proyek ini membina talenta muda dengan keterampilan pemecahan masalah dengan membekali mereka dengan perangkat teknologi yang dibutuhkan untuk berkembang di masa depan.
SIC resmi diluncurkan secara global pada tahun 2019. Ini merupakan salah satu proyek tanggung jawab sosial perusahaan inti Samsung dan telah meluas ke 36 negara di seluruh dunia seperti AS, Jerman, Spanyol, Singapura, Malaysia, Thailand... Di Vietnam, proyek ini juga telah dilaksanakan sejak tahun 2019.
Sejak peluncurannya, lebih dari 12.000 siswa dari 95 sekolah di 21 provinsi dan kota di seluruh negeri telah dilatih dan mengembangkan kemampuan teknologi tinggi dari proyek Samsung Innovation Campus milik Samsung Vietnam.
"Samsung melaksanakan berbagai kegiatan tanggung jawab sosial sebagai ungkapan terima kasih atas kasih sayang dan dukungan masyarakat Vietnam, terutama dukungan aktif dari pemerintah. Kegiatan tanggung jawab sosial Samsung tidak hanya meningkatkan daya saing dasar Vietnam, tetapi juga berkaitan dengan pelatihan pemimpin masa depan," ujar Bapak Na Ki Hong, Direktur Jenderal Samsung Vietnam.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/luong-gio-moi-trong-dao-tao-cong-nghe-tai-truong-hoc-post1051420.vnp
Komentar (0)