Elite sepak bola Malaysia dikritik habis-habisan
"FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia) menghadapi krisis terburuk dalam sejarahnya," New Straits Times mengutip seorang pakar bernama Faithal Hassan pada 29 Agustus, setelah presiden organisasi tersebut, Joehari Ayub, tiba-tiba mengundurkan diri setelah hanya 6 bulan menjabat. Wakil presiden FAM, Yusoff Mahadi, saat ini menjabat sebagai presiden sementara. Dan baru tahun depan presiden baru akan terpilih untuk sisa masa jabatan 2025-2029.
Pelatih Cklamovski tidak memanggil pemain naturalisasi baru, di tengah krisis di kasta atas sepak bola Malaysia
Foto: Ngoc Linh
Bapak Faithal Hassan, PhD dan dosen senior di Fakultas Ilmu Olahraga dan Latihan, Universitas Malaya (Malaysia), menyatakan: "Menurut saya, FAM berada di titik terburuknya sejak sepak bola Malaysia mulai berkembang pada tahun 1926. Situasi ini menunjukkan kelemahan serius dalam FAM, yang secara langsung memengaruhi sepak bola nasional. Di sini, kita dapat melihat bahwa tidak ada rasa hormat terhadap Joehari Ayub, sehingga ia dapat dengan bebas memimpin FAM."
Di antara mereka, banyak komentator sepak bola ternama di Malaysia, seperti Bapak Pekan Ramli, meminta FAM untuk mengklarifikasi dan mengumumkan alasan mendasar mengapa Bapak Joehari Ayub tiba-tiba mengundurkan diri, alih-alih hanya alasan kesehatan yang biasa dan sederhana. Dengan demikian, juga untuk mengakhiri semua spekulasi yang dapat mengarah pada tuduhan yang tidak menyenangkan, yang paling menonjol adalah isu pemain yang baru saja dinaturalisasi.
Dalam perkembangan yang sama, tim Malaysia mengumumkan daftar 29 pemain untuk persiapan dua pertandingan persahabatan pada bulan September, termasuk melawan Singapura pada 4 September dan Palestina pada 8 September.
Dalam daftar ini, pemain naturalisasi terbaru yang diharapkan masuk adalah Nacho Mendez (27 tahun, asal Spanyol, baru saja bergabung dengan Klub Johor Darul Ta'zim) tetapi ada nama baru yang muncul: bek Richard Chin (22 tahun), asal Malaysia, lahir di Inggris, dengan ayah Malaysia dan ibu Seychelles.
Khususnya, pemain Argentina Facundo Garces pernah "bermasalah" ketika ia mengatakan bahwa ia memiliki akar Malaysia dari "kakek buyutnya" (melanggar peraturan FIFA), tetapi kemudian ia mengoreksinya dengan mengatakan bahwa itu adalah kesalahan penerjemahan, dan menegaskan bahwa ia memiliki akar Malaysia dari kakek-nenek dari pihak ayah. Pada kesempatan ini, pelatih Peter Cklamovski tetap memanggilnya kembali ke tim Malaysia, meskipun pelatih Australia tersebut sebelumnya mengakui bahwa ia harus mempertimbangkan dengan cermat keikutsertaan sang pemain.
Sementara itu, beberapa pemain naturalisasi lain yang tampil dalam pertandingan yang dimenangkan Malaysia 4-0 atas Vietnam di kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni, dan menimbulkan kontroversi mengenai asal-usul mereka, seperti Imanol Machuca, tidak hadir karena alasan yang tidak diketahui. Kapten Matt Davies juga tidak disebutkan namanya. Sedangkan untuk pemain lainnya, pelatih Peter Cklamovski memprioritaskan pemanggilan sebagian besar pemain, termasuk pemain naturalisasi Malaysia, yang lebih sering bermain di turnamen domestik dibandingkan sebelumnya.
Secara total, tim Malaysia hanya memanggil 4 pemain yang berstatus pemain luar negeri, yaitu pemain Endrick yang bermain untuk Klub Sepak Bola CA TP.HCM di V-League (Vietnam), Rodrigo Holgado dari Klub America de Cali (Kolombia), Gabriel Palmero (Klub Unionistas), dan Facundo Garces dari Klub Alaves (keduanya dari Spanyol).
Source: https://thanhnien.vn/malaysia-khong-goi-cau-thu-nhap-tich-moi-giua-cuoc-khung-hoang-o-thuong-tang-fam-185250829110442455.htm
Komentar (0)