Dari “jatuh cinta” dengan cita rasa pegunungan dan hutan…
Di usia 24 tahun, ketika banyak teman sebayanya asyik dengan mode trendi, Duong Dinh Dung, kelahiran tahun 2001, memiliki kecintaan khusus terhadap nilai tradisional teh. Pemuda yang saat ini tinggal dan bekerja di Hanoi ini dapat duduk berjam-jam membilas teko, menyeduh teh, dan menikmati setiap tegukan teh hangat dengan rasa hormat yang luar biasa.
Kecintaan Dung bukanlah teh biasa. Melainkan Teh Salju Shan Kuno Suoi Giang, teh khas dataran tinggi Lao Cai yang terkenal. Dung mengenang pertama kali ia mencicipi teh ini: "Pengalaman yang tak terlupakan. Saat air panas dituangkan, aroma murni dan bening seperti embun pagi pegunungan dan hutan tercium. Saat diseruput, rasa sepat yang ringan di ujung lidah dengan cepat berganti menjadi rasa manis yang mendalam dan terasa di tenggorokan. Saya merasa seperti sedang meminum saripati surga dan bumi."
"Kemabukan" awal itulah yang mendorong Dung untuk belajar lebih banyak. Ia mengetahui bahwa kuncup teh yang ia minum berasal dari pohon teh berusia ratusan tahun, yang tumbuh liar di puncak gunung setinggi lebih dari 1.400 meter, dan tertutup awan sepanjang tahun. Kuncup teh tersebut diselimuti lapisan bulu putih halus seperti salju, sehingga teh tersebut disebut "Shan Tuyet". Teh-teh tersebut dipetik sepenuhnya dengan tangan oleh masyarakat H'Mong, menjaga kemurnian yang dianugerahkan alam.
…untuk menyadari nilai kesehatan dan budaya
Semakin banyak Dung belajar, semakin ia menyadari bahwa nilai istimewa teh Shan Tuyet tidak hanya terletak pada rasanya. "Teh, terutama teh kuno yang bersih seperti Shan Tuyet, merupakan anugerah yang luar biasa bagi kesehatan," ujar Dung. "Teh mengandung banyak antioksidan, yang membantu memperlambat proses penuaan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta memberikan kewaspadaan dan relaksasi pikiran."
Bagi seorang pemuda yang tinggal di lingkungan kota besar yang penuh tekanan, secangkir teh setiap pagi tak hanya membantu Dung memulai hari dengan pikiran jernih, tetapi juga berfungsi sebagai terapi spiritual. Ini adalah momen tenang baginya untuk terhubung dengan dirinya sendiri, menyingkirkan segala kekhawatiran.
Dung menyadari bahwa secangkir teh Shan Tuyet juga mengandung kisah budaya yang dijiwai oleh identitas wilayah Barat Laut. Kisah tersebut merupakan kehidupan masyarakat adat, harmoni antara manusia dan alam, dan warisan warisan dari generasi ke generasi.
Mimpi besar merek teh Vietnam global
Dari rasa cinta dan pengertian, tumbuhlah keinginan yang perlahan tumbuh dalam diri pemuda itu: untuk membawa cerita dan nilai teh Shan Tuyet Vietnam ke seluruh dunia .
Dung merenung: "Dunia mengenal teh Jepang dengan upacara minum tehnya yang canggih, teh Inggris dengan budaya minum teh sore yang mewah, atau teh Tiongkok dengan sejarahnya yang telah berusia ribuan tahun. Kami di Vietnam punya 'harta karun', teh Shan Tuyet Co Thu, tetapi masih belum dikenal luas di peta teh dunia. Sungguh disayangkan."
Impian Dung bukan hanya mengekspor teh. Ia ingin membangun merek di mana setiap kotak teh bukan hanya produk pertanian, tetapi juga produk budaya. Di sana, pengguna internasional dapat membaca kisah pohon teh kuno, tanah Suoi Giang yang megah, dan upaya penduduk setempat saat memegangnya.
"Saya ingin teman-teman internasional tidak hanya merasakan kelezatan teh Shan Tuyet saat menikmatinya, tetapi juga memahami jiwanya. Itulah jiwa pegunungan dan hutan Vietnam, jiwa budaya Vietnam," ungkap Dung dengan tatapan penuh tekad.
Perjalanan Duong Dinh Dung baru saja dimulai, dan tentu akan banyak tantangan yang menanti. Namun, dengan kecintaannya yang membara pada teh, pemahaman yang mendalam, dan aspirasi masa mudanya, kami yakin Dung akan menjadi salah satu duta inspiratif yang berkontribusi dalam membawa "emas hijau" Vietnam bersinar di panggung internasional.
Sumber: https://baoquocte.vn/mang-hon-cot-nui-rung-tay-bac-vao-giac-mo-tra-viet-di-khap-the-gioi-325644.html
Komentar (0)