Ini merupakan bagian dari upaya perusahaan yang lebih luas untuk memerangi "konten spam" dan membuat umpan berita Facebook lebih relevan dan autentik. Tujuannya adalah untuk menghilangkan akun-akun yang terlibat dalam perilaku "spammy", termasuk konten yang dihasilkan dengan AI.

Meta juga menerapkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk memprioritaskan dan mempromosikan postingan asli dari kreator. Facebook telah mengambil tindakan terhadap sekitar setengah juta akun yang diidentifikasi terlibat dalam perilaku tidak autentik dan spam. Tindakan ini mencakup penurunan peringkat komentar dan pengurangan distribusi konten, sehingga mempersulit akun-akun ini untuk memonetisasi postingan.

15w4niih.png
Facebook sedang menguji fitur yang menambahkan konten asli di bawah video yang diunggah ulang. Foto: Meta

Meta mendefinisikan konten tidak autentik sebagai konten yang digunakan kembali tanpa mencantumkan sumber aslinya. Perusahaan tersebut menyatakan kini memiliki teknologi yang dapat mendeteksi video duplikat dan mengurangi penyebarannya.

Langkah Meta ini diambil seiring perusahaan tersebut meningkatkan investasinya di bidang AI. CEO Mark Zuckerberg mengumumkan rencananya pada 14 Juli untuk menginvestasikan ratusan miliar dolar pada infrastruktur komputasi AI, dengan target mengoperasikan superkomputer pertama tahun depan.

sz1du698.png
Facebook membatasi jangkauan repost konten asli. Foto: Meta

AI memudahkan produksi konten massal di platform media sosial. Platform lain juga berupaya memerangi maraknya konten spam dan berkualitas rendah di media sosial, yang juga dikenal sebagai "AI slop".

YouTube juga mengumumkan perubahan kebijakan bulan ini yang akan mencegah monetisasi konten yang diproduksi massal atau berulang. YouTube menjelaskan bahwa kebijakan baru ini bertujuan untuk mengekang video yang tidak autentik, berisi spam, dan berulang.

"Kami menyambut kreator yang menggunakan perangkat AI untuk meningkatkan penceritaan mereka, dan kanal yang menggunakan AI dalam konten mereka tetap memenuhi syarat untuk dimonetisasi," ujar juru bicara YouTube dalam sebuah postingan blog. Kebijakan baru YouTube ini akan berlaku mulai hari ini, 15 Juli.

(Menurut CNBC)

Kebenaran tentang YouTube yang berhenti membayar konten AI yang diproduksi secara massal YouTube masih membayar konten yang diproduksi AI, tetapi pembuat konten harus menghindari konten yang diproduksi secara massal dan berulang.

Sumber: https://vietnamnet.vn/meta-manh-tay-diet-noi-dung-rac-xoa-so-10-trieu-tai-khoan-facebook-gia-mao-2421747.html