Kremlin mengatakan penyelidik sedang menyelidiki kemungkinan bahwa pesawat yang membawa Wagner Prigozhin diserang secara sengaja.
"Jelas, berbagai skenario sedang dipertimbangkan, termasuk kemungkinan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh tindakan kekejaman yang disengaja. Mari kita tunggu hasil investigasi kami," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada 30 Agustus.
Bapak Peskov menambahkan bahwa penyelidikan atas kecelakaan pesawat tersebut dilakukan oleh penyidik Rusia, tanpa melibatkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. "Mari kita tunggu hasil dari penyidik Rusia," ujar juru bicara tersebut.
Potret bos Wagner, Yevgeny Prigozhin, di makamnya di pemakaman Porokhovskoye, St. Petersburg, Rusia, 30 Agustus. Foto: Reuters
Embraer Legacy 600 jatuh di Oblast Tver pada 23 Agustus saat terbang dari Moskow ke St. Petersburg. Tiga awak dan tujuh penumpang tewas, termasuk Wagner Prigozhin dan beberapa rekan seniornya.
Pesawat berputar, mengeluarkan asap putih, dan hancur berkeping-keping sebelum jatuh, menunjukkan kemungkinan terjadi ledakan di dalamnya. Para ahli mengatakan semua bukti sejauh ini menunjukkan tidak ada kerusakan mekanis. Embraer Legacy 600 memiliki rekam jejak keselamatan yang sangat baik dan belum pernah mengalami kecelakaan fatal sejak mulai beroperasi.
Pesawat Embraer Legacy jatuh di Provinsi Tver, Rusia barat, pada 23 Agustus. Video : Telegram/RVvoenkor
Video dan foto yang diunggah di Telegram menunjukkan puing-puing berserakan di empat lokasi dalam radius lebih dari 3 km di sekitar desa Kuzhenkino. Markus Schiller, pakar rudal Eropa yang pernah bekerja untuk NATO dan Uni Eropa (UE), mengatakan hal ini menunjukkan bahwa pesawat mengalami "ledakan dahsyat" di udara.
Robert Schmucker, seorang ahli rudal yang menjadi penasihat NATO dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan kecil kemungkinan pesawat itu terkena roket atau rudal antipesawat.
Setelah kecelakaan itu, Presiden Rusia Putin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyebut Wagner sebagai kenalan lamanya. Kremlin juga mengecam tuduhan "palsu" dari Barat bahwa pemimpin Rusia berada di balik insiden tersebut.
Prigozhin dimakamkan pada tanggal 29 Agustus dalam sebuah upacara kecil di sebuah pemakaman di pinggiran St. Petersburg, Rusia, kampung halamannya.
Puing-puing pesawat berserakan di lokasi kejadian. Grafik: CNN
Ngoc Anh (Menurut Reuters )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)