Pemain Thailand dan Cina terlibat perkelahian di lapangan.
Dua klub, Buriram United (Thailand) dan Zhejiang (Tiongkok), terlibat keributan setelah pertandingan Liga Champions AFC yang berlangsung pada 29 November. Dalam insiden tersebut, penyerang Buriram United asal Rusia, Ramil Sheydayev, dikepung dan "dipukuli" oleh para pemain klub Tiongkok tersebut.
Usai pertandingan, Ramil Sheydayev masih marah karena kalah. Pemain Rusia itu menantang lawannya di media sosial. Di Instagram, sang striker Rusia menulis: "Saya masih di sini! Kalau kamu memang hebat, tulis alamatmu!". Selain itu, Ramil Sheydayev juga melampirkan akun Zhejiang Club.
Ramil Sheydayev menggunakan media sosial untuk menantang seluruh tim Zhejiang (Foto: Instagram).
Ramil Sheydayev telah banyak dikritik atas dua unggahannya yang provokatif. Striker Buriram United itu juga bersalah dalam perkelahian tersebut. Pemain berusia 27 tahun itu disebut-sebut telah menyerang pemain Tiongkok tersebut terlebih dahulu.
Selain Ramil Sheydayev, Theerathon Bunmathan juga terlibat dalam perkelahian tersebut. Bek Thailand tersebut bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pemicu perkelahian tersebut. Para penggemar Tiongkok yakin bahwa Theerathon Bunmathan masih marah setelah tim Thailand kalah dari Tiongkok di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sementara itu, surat kabar Matichon (Thailand) menggunakan kata "mengerikan" untuk menggambarkan perkelahian antara kedua tim, Buriram United dan Zhejiang. Judul surat kabar tersebut adalah: "Tragedi setelah pertandingan! Para pemain Buriram United dan Zhejiang saling kejar dan berkelahi dengan mengerikan dalam pertandingan di Liga Champions AFC".
Pemain Buriram United nomor 10 dikalahkan oleh pemain Zhejiang (Foto: Sohu).
Surat kabar Siam Sport melaporkan bahwa AFC akan memberikan hukuman yang setimpal kepada kedua tim setelah perkelahian tersebut. Ini adalah kedua kalinya tim Thailand terlibat dalam perkelahian di lapangan tahun ini. Sebelumnya, pada pertandingan final SEA Games 32, tim U-22 Thailand berkelahi dengan tim U-22 Indonesia. Akibatnya, kedua tim menerima hukuman berat dari AFC.
Di sepak bola Tiongkok, awal bulan ini, pemain Wei Shihao dikutuk karena menendang wajah Xuan Manh dalam pertandingan antara Wuhan Three Town dan Hanoi FC di Liga Champions AFC. Striker tersebut kemudian diskors selama tiga pertandingan.
Insiden kekerasan sepak bola baru-baru ini telah secara serius mempengaruhi citra sepak bola Thailand dan Cina di kancah internasional.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)