Thanh Thuy (kedua dari kanan) menerima banyak kritik dari penggemar Vietnam - Foto: FIVB
Salah satu pandangan paling kontroversial adalah tentang Tran Thi Thanh Thuy - penyerang utama, kapten tim, dan juga bintang nomor 1 bola voli wanita Vietnam selama hampir 10 tahun.
Performa Thanh Thuy di Piala Dunia 2025 memang tidak terlalu impresif. Namun, ia tetap menjadi salah satu pencetak gol terbanyak bagi timnya, dengan 6 poin melawan Polandia, 17 poin melawan Jerman, dan 6 poin melawan Kenya.
Dalam 3 pertandingan, Thanh Thuy bermain paling baik saat menghadapi lawan yang sangat kuat Jerman, tetapi tampil buruk saat menghadapi gadis-gadis Kenya yang dianggap paling lemah di grup.
Oleh karena itu, ada ratusan komentar yang mengkritik Thanh Thuy setelah pertandingan, yang datang dari para penggemar Vietnam sendiri. Khususnya, dalam sebuah grup bola voli dengan lebih dari 30.000 anggota di Vietnam, banyak yang berpendapat bahwa Thanh Thuy sering melakukan kesalahan pada operan pertama, smash bolanya buruk, dan juga tidak efektif dalam bertahan.
Beberapa pendapat lain mengatakan bahwa kesalahan terletak pada pelatih Nguyen Tuan Kiet yang terlalu percaya kepada Thanh Thuy, membiarkannya bermain dalam seluruh 3 pertandingan di babak penyisihan grup.
Beberapa penggemar yang lebih moderat berpendapat bahwa Thanh Thuy patut disimpati karena usianya yang sudah 28 tahun, memperlihatkan tanda-tanda telah melewati masa keemasannya, dan harus dirotasi secara bertahap di waktu mendatang.
Kontroversi seputar Thanh Thuy bahkan menyebar ke forum voli Thailand. Penggemar Thailand dan Vietnam sering saling berkomentar di forum masing-masing.
Banyak penggemar Thailand terkejut ketika Thanh Thuy dikritik oleh penggemar negara tetangga. Topik ini banyak dibahas di forum olahraga Pantip Thailand.
"Dia telah membawa tim ini untuk waktu yang lama, tahun demi tahun. Saya juga merasa kasihan dengan kelelahannya," komentar seorang penggemar Thailand.
Thanh Thuy masih mendapat banyak perhatian dari komunitas voli dunia - Foto: FIVB
Penggemar lain berkomentar: "Jika ada yang harus bertanggung jawab setelah kekalahan ini, orang pertama yang harus bertanggung jawab adalah pelatih dan manajer, bukan pemain terbaik tim."
Penggemar lain berkomentar: "Saya mengagumi 4T (nama Thanh Thuy yang familiar di kalangan penggemar Vietnam dan Thailand). Dia selalu menjadi atlet terbaik di tim Vietnam, orang langka yang telah mencapai level tertinggi di benua ini."
Tak hanya penggemar, para pakar pun banyak yang memberikan pujian kepada gadis asal Binh Duong tersebut.
Ketika ditanya tentang wajah-wajah paling mengesankan di tim Vietnam, pelatih Italia Stefano Lavarini dari tim Polandia berkata: "Mereka adalah dua gadis yang mengenakan jersey nomor 3 (Thanh Thuy) dan nomor 16 (Vi Thi Nhu Quynh). Keduanya mencetak banyak poin, bergerak dengan bijak, dan menciptakan tekanan pada tim kami."
Menjelang Kejuaraan Dunia Bola Voli Wanita 2025, Thanh Thuy secara tak terduga diperingkatkan oleh situs web bergengsi Volleybox dalam 100 atlet terbaik tahun 2025.
Ia bahkan berada di peringkat ke-14 dunia, dan ke-4 jika hanya mempertimbangkan posisi penyerang utama. Volleybox memberi peringkat atlet berdasarkan prestasi tim dan individu, dengan formula penilaian yang jelas.
Peringkat tinggi Thanh Thuy terutama disebabkan oleh banyaknya gelar Vietnam di turnamen regional dan kontinental.
Sumber: https://tuoitre.vn/ngoi-sao-tuyen-viet-nam-bi-fan-nha-chi-trich-nhung-lang-bong-chuyen-quoc-te-benh-vuc-20250829111756617.htm
Komentar (0)