Obor Olimpiade Paris 2024 memiliki panjang 70 cm, terbuat dari baja yang dipoles tipis, dengan bagian bawah obor menampilkan pola relief yang mensimulasikan pergerakan Sungai Seine.
Obor Olimpiade Paris 2024 diluncurkan di Sungai Seine untuk pertama kalinya. (Sumber: Reuters) |
Pada 25 Juli, obor Olimpiade Paris 2024 diluncurkan untuk pertama kalinya di Sungai Seine. Desain obor untuk Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 telah diumumkan sebelumnya, meniru pantulan Menara Eiffel di riak air Sungai Seine, yang menyampaikan energi perdamaian .
Terbuat dari baja ringan yang dipoles, bagian bawah obor menampilkan pola relief yang mensimulasikan pergerakan Sungai Seine, tempat upacara pembukaan Olimpiade, yang diperkirakan akan diadakan di hadapan lebih dari setengah juta penonton, akan berlangsung.
Mathieu Lehanneur - "bapak" obor mengungkapkan bahwa karyanya terinspirasi oleh tiga elemen simbolis Paris 2024: kesetaraan, air, dan perdamaian.
"Desain obor ini merepresentasikan air dengan motif yang terinspirasi dari pergerakan ombak. Sementara itu, makna perdamaian diungkapkan melalui lengkungan yang lembut," tambah Mathieu Lehanneur.
Dengan lekukan yang lembut, obor melambangkan perdamaian, desain simetris melambangkan kesetaraan dan keadilan di antara para atlet.
Sesuai tradisi Olimpiade, obor akan dinyalakan di Olympia, Yunani, pada tanggal 16 April 2024. 10.000 pembawa obor akan membawa api Olimpiade ke Marseille, Prancis, pada tanggal 8 Mei dan menyeberangi Mediterania untuk memulai perjalanan melalui 64 provinsi di negara tersebut, termasuk lima provinsi dan wilayah seberang laut.
ArcelorMittal, mitra resmi Paris 2024, akan memproduksi 2.000 obor, lima kali lebih sedikit dari Olimpiade sebelumnya, untuk meminimalkan dampak produksi.
Olimpiade adalah kompetisi berbagai cabang olahraga antarnegara di seluruh dunia. Festival olahraga ini melambangkan semangat solidaritas dan perdamaian seluruh umat manusia. Paris dianugerahi hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2024 pada Sidang ke-131 Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lima, Peru. Ini adalah pertama kalinya dalam 100 tahun festival olahraga musim panas terbesar di dunia kembali ke Paris dan juga keenam kalinya Prancis menjadi tuan rumah Olimpiade (3 Olimpiade Musim Panas - 1900, 1924, 2024 dan 3 Olimpiade Musim Dingin - 1924, 1968, 1992). |
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)