Le Quang Vu, seorang pria berusia 29 tahun, mengubah atap seng merahnya menjadi bendera nasional seluas 150 meter persegi, yang secara tak terduga memicu gelombang besar di media sosial. Hanya dalam semalam, video bendera di atap yang diunggah Vu telah ditonton 2,8 juta kali, serta lebih dari 100.000 suka dan komentar, memulai tren "mengecat bendera nasional di atap" yang menyebar di seluruh Vietnam.
Rumah itu dibangun oleh Le Quang Vu di Distrik Tam Duong, Provinsi Vinh Phuc , sebagai hadiah untuk orang tuanya. Ide melukis bendera itu muncul ketika ia tak sengaja menonton video seorang gadis yang sedang melukis bendera merah dengan bintang kuning di atap rumah kecilnya. Melihat rumahnya dilapisi seng merah, Vu pun tergerak untuk melukis bintang kuning berujung lima di atap dan mendapat dukungan dari keluarganya. Dengan bantuan seorang teman, Vu menyelesaikan pekerjaan ini dalam satu hari dengan mengukur, menghitung di komputer, dan menggunakan flycam untuk menyelaraskan sudutnya sehingga gambar bintang terlihat rapi dan indah.
"Saya tidak pernah menyangka karya saya akan mendapat dukungan sebesar ini. Satu-satunya harapan saya adalah menyebarkan rasa cinta tanah air kepada masyarakat dan membuktikan bahwa patriotisme rakyat Vietnam abadi," ujar Vu.
Dengan tindakan-tindakan kecil namun bermakna, rakyat Vietnam di seluruh negeri bersama-sama mengobarkan api patriotisme, sehingga setiap rumah dari Utara hingga Selatan menjadi simbol suci Tanah Air.
Baru-baru ini, Le Van Ca (Kelurahan Tien Phong, Distrik Me Linh, Hanoi ) melukis bendera nasional, bendera Partai, dan peta Vietnam di atap rumahnya. Ia telah menyelesaikan lukisan bendera nasional dan simbol palu arit di atap rumahnya, dengan harapan dapat menyebarkan rasa cinta tanah airnya kepada masyarakat.
“Tidak perlu menunjukkan rasa cinta terhadap tanah air yang jauh, setiap orang bisa memulainya dari rumahnya sendiri,” ungkap Le Van Ca.
Sumber: https://baotintuc.vn/thoi-su/nguoi-viet-tre-the-hien-tinh-yeu-nuoc-qua-nhung-la-co-ve-tren-mai-nha-20240828002445053.htm
Komentar (0)