Menurut catatan, di alun-alun dan taman di Kota Da Nang, setiap hari ada ratusan mobil listrik mini yang dipajang untuk disewa dengan harga 2.000 VND/menit.
Ini adalah bentuk hiburan yang disukai banyak anak-anak, bahkan orang dewasa, dan banyak pula yang ikut serta dalam berkendara. Namun, penyewaan dan penggunaan mobil listrik mini yang tidak terkendali menimbulkan banyak potensi risiko kecelakaan, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.
Di Taman Nhu Nguyet (Distrik Hai Chau, Kota Da Nang), setiap malam, anak-anak bebas mengendarai mobil listrik mini untuk saling mengejar dengan kecepatan tinggi.

Perlu dicatat, area di mana kendaraan listrik beroperasi adalah ruang terbuka, tanpa jalur terpisah, tanpa pembatas, dan tanpa ada yang mengatur atau mengendalikan aktivitas ini. Banyak anak yang berpartisipasi dalam mengemudikan kendaraan listrik mini tidak mengenakan helm atau tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri.
Kelihatannya seperti permainan anak-anak, tetapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa kendaraan mini ini dapat mencapai kecepatan 10-20 km/jam. Tak hanya kejar-kejaran yang berbahaya, pengemudi mobil listrik mini juga dapat menabrak pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.


Bapak Hoang Van Tu (warga kecamatan Hai Chau) mengatakan maraknya penyewaan kendaraan listrik di taman-taman seperti saat ini sangat membahayakan, sebab taman merupakan tempat bermain anak-anak, namun juga tempat berjalan kaki dan berolahraga bagi banyak orang.
"Mobil listrik ini seringkali melaju sangat kencang, tetapi area kendalinya kecil dan tidak berpagar, sehingga sulit bagi pejalan kaki untuk terus-menerus menghindarinya. Banyak orang tua yang ceroboh membiarkan anak-anak mereka mengemudikan mobil tanpa pengawasan, sehingga membahayakan anak-anak dan orang lain," kata Bapak Tu.
Hal serupa juga terjadi di Taman Lien Chieu (Distrik Hoa Khanh, Kota Da Nang), para reporter juga mencatat banyak anak-anak yang tidak mengenakan helm, mengendarai kendaraan listrik mini yang oleng dan berbelok-belok dengan kecepatan tinggi.

Meskipun berada di zona pejalan kaki, kendaraan-kendaraan ini tetap melaju kencang, membuat banyak orang ketakutan. Bahkan, terjadi tabrakan, dan banyak anak-anak terjatuh tetapi tetap berdiri untuk melanjutkan perjalanan.
"Jika mobil listrik melaju kencang di tempat umum dan menabrak seseorang, siapa yang akan bertanggung jawab? Belum lagi, anak-anak belum berpengalaman dalam menangani situasi, jadi jika mereka menemui rintangan atau bertabrakan, itu akan sangat berbahaya," kata Ibu Nguyen Minh Trang (yang tinggal di kelurahan Hoa Khanh).
Bapak Nguyen Van Duy, Ketua Komite Rakyat Kecamatan Hai Chau, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima masukan dan akan memperketat manajemen operasi kendaraan listrik di Taman Nhu Nguyet untuk memastikan keselamatan warga dan pengunjung.
"Sebagian besar aktivitas bisnis di Taman Nhu Nguyet saat ini bersifat spontan. Baru-baru ini, satuan tugas tata kota telah berkoordinasi dengan kepolisian distrik untuk berpatroli secara berkala dan menangani situasi perambahan trotoar, perdagangan ilegal, dan gangguan ketertiban di area tersebut. Ke depannya, distrik akan terus memperkuat inspeksi dan menindak pelanggaran di area ini," ujar Ketua Komite Rakyat Distrik Hai Chau.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/nguy-hiem-voi-tro-choi-xe-dien-mini-tai-cac-cong-vien-post805929.html
Komentar (0)