Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Sejarawan Nguyen Quang An meluncurkan buku "Kebenaran Tentang Kelaparan 1945"

Pada kesempatan Revolusi Agustus dan Hari Nasional 2 September, Rumah Penerbitan Politik Nasional Truth meluncurkan publikasi Kebenaran tentang Kelaparan 1945 oleh sejarawan Nguyen Quang An - sebuah karya sejarah yang rumit, manusiawi, dan memiliki nilai dokumenter khusus.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng04/08/2025

Buku ini ditulis selama bertahun-tahun, berdasarkan riset sejarah, investigasi lapangan, dan sintesis kesaksian ratusan saksi di 19 lokasi di 8 provinsi yang menjadi pusat bencana kelaparan. Melalui catatan, gambar, data, dan kisah nyata, karya ini dengan cermat menggambarkan kembali bencana yang menewaskan lebih dari 2 juta orang Vietnam.

Kelaparan itu menghantui: seluruh Delta Utara—"lumbung padi" negeri itu—menjadi tempat yang dipenuhi mayat-mayat di jalan-jalan desa dan tepi laut. Orang-orang memakan akar pohon, lumut, dan bahkan mayat untuk bertahan hidup. Foto-foto jurnalis Vo An Ninh, beserta berbagai materi pers dan investigasi kuantitatif, berkontribusi dalam menggambarkan gambaran tragis namun penting untuk memahami konteks sejarah yang memicu Revolusi Agustus.

z6854722968002_9857b3abdc9550fb2b8e290699df9ddb.jpg

Tidak hanya membangkitkan kenangan tragis, publikasi ini juga menyoroti penyebab historis dan menumbuhkan patriotisme serta keinginan untuk kemerdekaan nasional di saat takdir negara menghadapi titik balik.

Lebih penting lagi, buku ini tidak hanya menceritakan peristiwa tersebut, tetapi juga menganalisis penyebabnya: kebijakan eksploitasi brutal kaum fasis Jepang, penjajah Prancis, dan aparat penguasa boneka—mereka yang masih menyelenggarakan festival dan perjamuan di atas mayat orang-orang yang kelaparan. Serangkaian kebijakan seperti pemaksaan mencabut padi dan menanam goni, mengumpulkan beras, melarang penjualan makanan... menjadikan kelaparan bukan hanya "bencana alam", tetapi juga konsekuensi tak terelakkan dari rezim yang tidak manusiawi.

Namun, di tengah gelapnya bencana, karya ini juga menggambarkan cahaya kemanusiaan: gerakan "guci beras untuk menyelamatkan yang lapar", "berbagi beras dan pakaian", aksi "menghancurkan gudang beras Jepang untuk dibagikan kepada rakyat" Viet Minh, semangat solidaritas bagi masyarakat. Kemanusiaan dan keyakinan itulah yang telah menempa tekad untuk kemerdekaan nasional, menciptakan kekuatan revolusioner.

Revolusi Agustus 1945 tidak dapat dipahami hanya dari sudut pandang politik saja, tetapi mesti diletakkan dalam nadi kemarahan dan solidaritas jutaan rakyat yang telah berpulang ke ujung kesengsaraan, tetapi masih rindu hidup, rindu mengubah nasib bangsa.

Yang membuat buku ini bernilai abadi adalah caranya menghubungkan sejarah dengan masa kini. Tanpa hiasan atau dramatisasi, penulis membiarkan materi berbicara, memungkinkan pembaca menghadapi lembaran sejarah yang tidak mudah dibaca tetapi harus diingat. Di era di mana kecepatan informasi memudahkan orang melupakan kenangan kebangsaan mereka, buku ini bagaikan pelita yang menjaga api tetap menyala dalam kesadaran masyarakat, mengingatkan kita untuk menghargai hal-hal sederhana seperti makanan yang cukup, pakaian hangat, kedamaian , dan bertanggung jawab melestarikannya untuk generasi mendatang.

QUYNH YEN


Sumber: https://www.sggp.org.vn/nha-su-hoc-nguyen-quang-an-ra-mat-sach-su-that-ve-nan-doi-nam-1945-post806792.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk